Home Ekonomi Pemupukan Berimbang Hasilkan Panen Padi hingga 9,49 Ton per Hektare
Ekonomi

Pemupukan Berimbang Hasilkan Panen Padi hingga 9,49 Ton per Hektare

Share
Pemupukan Berimbang Hasilkan Panen Padi hingga 9,49 Ton per Hektare
Petani menanam padi di sawah. | Dok. pesisirselatankab.go.id
Share

PUNCA.CO – Penerapan pola pemupukan berimbang pada budidaya padi menunjukkan hasil positif. Penggunaan pupuk konvensional yang dipadukan dengan pupuk hayati cair mampu menghasilkan produktivitas padi hingga 9,49 ton per hektare.

Dilansir Okezone.com (7/9/2026), pengujian pola tersebut dilakukan melalui demplot budidaya padi seluas 15 hektare yang tersebar di tiga wilayah. Masing-masing demplot memiliki luas 5 hektare, yakni di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat; Desa Plosogaden, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah; dan Nogosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasil mencolok terlihat pada demplot Kelompok Tani Sumber Rezeki 4 di Blok Bojong, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Dari lahan seluas 1,1 hektare, petani berhasil memanen 10.444 kilogram atau 10,44 ton gabah.

Baca juga: Pemerintah Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh–Penang

Jumlah tersebut setara dengan produktivitas 9,49 ton per hektare. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan hasil panen sebelumnya yang berada di kisaran 5-7 ton per hektare.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki 4, Haji Anang, menyampaikan hasil perhitungan panen tersebut.

“Hasil akhir perhitungan jumlah hasil panen dengan luas 1,1 hektare lahan di Blok Bojong diperoleh 10.444 kilogram (10,44 ton) atau 9,494 ton per hektare,” kata Anang.

Baca juga: Mualem Instruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

Produktivitas tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung yang mencapai 8,67 ton per hektare.

Pengamatan pada lahan demplot menunjukkan rata-rata 55 anakan per rumpun dan sekitar 160 bulir per malai untuk padi varietas Cakra Buana.

Di demplot Ciparay, pola pemupukan berimbang diterapkan dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50 persen. Selanjutnya, petani menggunakan pupuk hayati cair Pureplant sebanyak 6 liter per hektare.

Baca juga: Wagub Dek Fadh Terima Penghargaan Tokoh Penguat Ekonomi Syariah Aceh

Penerapan pola tersebut juga disebut memberikan perubahan terhadap kondisi lahan dan pertumbuhan tanaman.

“Tanah sawah kami menjadi gembur, padi tumbuh subur, dan panen lebih cepat dibandingkan sawah lainnya,” tutur Anang.

Pengembangan demplot dilakukan Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pertanian dan mitra industri pertanian. Program ini ditujukan untuk menguji penerapan pemupukan berimbang dalam meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi budidaya padi.

Baca juga: Aceh Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028

Anggota Komisi IV DPR RI Dadang Naseer mengatakan pola pemupukan berimbang dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

Menurutnya, penerapan pola pemupukan perlu disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman. Hasil pengujian melalui demplot juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan budidaya padi di wilayah lainnya.

Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika mengatakan pengembangan demplot merupakan bagian dari upaya mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca juga: Mualem Bahas Mitigasi Bencana Bersama Kapolda dan Ketua DPRA

Sementara itu, demplot di Nogosari, Trirenggo, Bantul, kini memasuki masa menjelang panen. Tanaman padi di lokasi tersebut diperkirakan siap dipanen pada 15-20 September 2026.

Hasil dari sejumlah demplot tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas pola pemupukan berimbang pada berbagai kondisi lahan dan wilayah.

Share
Tulisan Terkait

Pupuk Urea Langka, Petani di Indrapuri Mengeluh

PUNCA.CO – Petani padi di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, kembali menghadapi...