PUNCA.CO – Memasuki akhir bulan suci Ramadan, permintaan kolang-kaling dan lengkong atau cincau hitam di pasar mulai meningkat. Kedua bahan itu menjadi salah satu pelengkap favorit masyarakat untuk membuat berbagai jenis minuman segar yang kerap disajikan saat berbuka puasa.
Di kalangan pedagang, kolang-kaling saat ini dijual dengan harga sekitar Rp15 ribu per kilogram. Sementara lengkong dijual dengan harga Rp7 ribu. Harga tersebut dinilai masih relatif stabil meskipun permintaan mulai meningkat selama Ramadan.
Baca juga: Juanda Djamal: Tulisan “Mencari Wajah DPRA yang Hilang” Penuh Paradok dan Cenderung Emosional
Seorang pedagang mengatakan, kolang-kaling menjadi salah satu bahan yang paling banyak dicari masyarakat karena sering digunakan sebagai campuran berbagai menu takjil, seperti es buah, es campur, hingga kolak. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar membuat kolang-kaling cukup diminati sebagai pelengkap minuman berbuka puasa.
“Biasanya kalau sudah masuk Ramadan pembelinya lebih ramai. Banyak yang beli untuk dibuat es buah atau minuman segar untuk berbuka,” ujar pedagang, Lhoksukon, Senin (16/3/2026).
Selain kolang-kaling, lengkong atau cincau hitam juga cukup diminati oleh pembeli. Bahan ini biasanya disajikan dengan santan, gula merah, atau sirup sebagai minuman segar yang membantu menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.
Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Emas Perhiasan Turun ke Rp8,35 Juta per Mayam
Menurut para pedagang, peningkatan penjualan biasanya mulai terasa sejak awal Ramadan dan akan semakin ramai menjelang pertengahan hingga akhir bulan puasa. Banyak warga yang membeli dalam jumlah lebih banyak untuk kebutuhan keluarga maupun untuk dijual kembali sebagai takjil.
Di sisi lain, kolang-kaling dan lengkong memang telah lama menjadi bagian dari hidangan khas Ramadan di berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya hampir selalu ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun lapak penjual takjil selama bulan puasa.










