PUNCA.CO- Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai memetakan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2026 guna menutup kekurangan tenaga di sejumlah sektor pelayanan publik. Penyusunan formasi ini ditegaskan harus berbasis kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar administratif.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menekankan pentingnya perencanaan formasi ASN yang terukur dan tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan keuangan daerah.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Peringkat 2 Nasional, Ungguli Kampus Top di Riset Hukum
“Perencanaan formasi ASN harus melihat kebutuhan riil di setiap sektor, agar mampu memperkuat kinerja pemerintahan dan pelayanan publik,” ujarnya.
Ia juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) melakukan pendataan menyeluruh terhadap kebutuhan pegawai, termasuk tenaga teknis dan spesialis yang selama ini masih kurang di sejumlah bidang.
Baca juga: Rotasi Besar di Polresta Banda Aceh, Sejumlah Kabag, Kasat dan Kapolsek Disertijab
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, menegaskan pentingnya sinkronisasi antar-OPD agar usulan formasi tidak tumpang tindih dan benar-benar sesuai prioritas pembangunan daerah.
“Koordinasi lintas OPD penting agar formasi yang diusulkan objektif dan tidak terjadi ketimpangan kebutuhan,” katanya.










