PUNCA.CO – Banjir akibat luapan sungai kembali melumpuhkan akses jalan di Kabupaten Bener Meriah, Minggu (5/4/2026). Ruas jalan di Desa Weh Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, tidak dapat dilalui setelah terendam air dengan debit tinggi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga menjelang magrib. Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap dan merusak badan jalan yang sebelumnya hanya diperbaiki secara darurat.
Staf Pusdalops BPBA Aceh, Haslinda, menyebutkan bahwa banjir tidak hanya merendam jalan, tetapi juga memperparah kerusakan infrastruktur yang sudah rapuh sejak bencana sebelumnya.
Baca juga: BPMA Berhasil Kembalikan Blok Migas South Aceh (SBA), Kini di Tangan PEMA
“Debit air sungai meningkat akibat hujan deras, sehingga meluap ke badan jalan. Saat ini akses belum bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, satu unit truk dilaporkan terperosok saat melintas di jalur yang terdampak. Hingga kini, jalan masih tergenang dan tidak bisa difungsikan, sehingga aktivitas warga terganggu.
Kerusakan jalan ini menjadi sorotan, mengingat lokasi tersebut sebelumnya sempat terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu dan hanya ditangani secara darurat. Banjir kali ini kembali menggerus badan jalan, memperburuk kondisi akses vital masyarakat.
Baca juga: JKA, Harus Dijalankan dengan Akal Sehat
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, dampak banjir dinilai cukup serius karena memutus jalur transportasi.
BPBD Kabupaten Bener Meriah telah melakukan pendataan di lapangan dan mengerahkan alat berat untuk penanganan darurat. Namun hingga saat ini, akses jalan masih belum dapat dilalui.
Warga diimbau untuk menghindari lokasi terdampak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tinggi.






