Home Kesehatan Pasien Keluhkan Stok Obat Kosong di RSUDZA
Kesehatan

Pasien Keluhkan Stok Obat Kosong di RSUDZA

Share
Pasien Keluhkan Stok Obat Kosong di RSUDZA
Antrian di RSUD dr. Zainal Abidin dan Ruang Manajemen Komplain. | Dok. PUNCA.CO/ Muhammad Khalid
Share

PUNCA.CO – Keluhan terhadap pelayanan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) kembali mencuat. Sejumlah pasien mengaku harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengetahui obat yang diresepkan dokter ternyata tidak tersedia.

Situasi itu dikeluhkan terutama oleh pasien rujukan dari luar Kota Banda Aceh yang datang dengan biaya dan kondisi kesehatan yang tidak ringan. Mereka mengaku terjebak dalam antrean panjang tanpa kepastian informasi dari petugas.

Seorang pasien yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan dirinya menunggu hampir tiga jam di instalasi farmasi setelah menerima resep dokter. Namun, setelah antrean panjang dilalui, obat yang dibutuhkan disebut dalam kondisi kosong.

Baca juga: Gubernur Mualem: Pergub JKA Dicabut, Rakyat Aceh Berobat Seperti Biasa

“Nomor antrean tidak jelas. Kami tunggu hampir tiga jam, ternyata obat habis. Kalau dari awal diberitahu, kami bisa cari solusi lain,” kata pasien kepada wartawan punca.co, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, persoalan tidak berhenti pada kosongnya obat. Saat keluarga pasien meminta penjelasan, petugas farmasi disebut tidak dapat memastikan kapan stok obat kembali tersedia.

“Saat ditanya kepastian, jawaban petugas malah, ‘bukan kami yang pesan obat.’ Petugas di situ malah mengarahkan untuk melapor ke bagian komplain,” ungkap pasien.

Baca juga: Pemerintah Aceh Tanda Tangani Petisi Massa Aksi, Sepakat Hapus Pergub No 2 Tahun 2026

Pasien menilai kondisi tersebut menyulitkan, terutama bagi masyarakat dari kabupaten/kota di Aceh yang harus mengeluarkan ongkos perjalanan, biaya penginapan, hingga kebutuhan hidup selama mendampingi keluarga berobat di Banda Aceh.

Di bagian komplain rumah sakit, pasien mengaku hanya diminta meninggalkan nomor telepon tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai kepastian pengadaan obat maupun tindak lanjut keluhan mereka.

Kondisi tersebut menambah keluhan masyarakat terhadap pelayanan dan ketersediaan obat di RSUDZA, rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Aceh. Bagi pasien, kepastian informasi terkait ketersediaan obat menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang datang berobat dari luar daerah.

Baca juga: Kak Na: Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini dan Cegah Dini

Hingga berita ini diturunkan, manajemen belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan pasien dan kosongnya sejumlah stok obat di instalasi farmasi. Upaya konfirmasi kepada Direktur rumah sakit juga belum mendapat jawaban.

Share
Tulisan Terkait

Ketua Harian Partai Aceh Alami Kecelakaan di Tol Sibanceh, Istri Meninggal Dunia

PUNCA.CO – Ketua Harian Partai Aceh yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh...

Wagub Tanggapi Aksi Unjuk Rasa Nakes RSUDZA: Semua Tuntutan Akan Diproses Sesuai Regulasi

PUNCA.CO – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, S.E., menanggapi aksi unjuk rasa...