Home Lokal Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Jatuh ke Laut Belum Ditemukan
LokalUncategorized

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Jatuh ke Laut Belum Ditemukan

Share
Proses pencarian pemuda asal Pulo Aceh, Aceh Besar yang terseret arus. | Dok. Basarnas Banda Aceh
Share

PUNCA.CO – Upaya pencarian terhadap Ahmad Thalha Reza (21), pemuda asal Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, masih belum membuahkan hasil. Hingga hari ketiga operasi SAR, Senin (1/6/2026), korban yang hilang setelah jatuh ke laut saat memancing belum ditemukan.

Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga 10 mil laut dari lokasi kejadian untuk mencari korban yang diduga terseret arus kuat di perairan Pulau Nasi. Namun, pencarian yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu masih berakhir nihil.

Korban dilaporkan hilang pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu ia bersama tiga rekannya sedang memancing di kawasan tebing perairan Pulau Nasi. Ketika berusaha mengangkat ikan hasil tangkapan, korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut sebelum terseret arus.

Baca juga: Sekda Aceh Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Mendapat laporan dari rekan korban pada malam harinya, Basarnas Banda Aceh langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi. Pencarian awal dilakukan pada malam kejadian, kemudian dilanjutkan secara intensif selama dua hari berikutnya.

Pada hari ketiga, tim SAR membagi operasi pencarian ke dua sektor. Satu tim menyisir perairan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas ke arah timur laut, sementara tim lainnya menggunakan kapal nelayan untuk menyisir jalur perairan di sisi timur lokasi korban jatuh.

Baca juga: Satgas PRR Percepat Pemulihan Akses Air Bersih di Tiga Provinsi Sumatra

Meski area pencarian terus diperluas, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban yang ditemukan. Operasi SAR sementara dihentikan pada pukul 18.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali Selasa (2/6/2026) dengan memperbesar cakupan penyisiran.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tingginya risiko aktivitas memancing di kawasan tebing dan perairan terbuka yang berhadapan langsung dengan arus laut. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kabar sambil berharap Ahmad dapat segera ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Share