Home Nasional MUSWIL II BEM SI Aceh Rampungkan Agenda Strategis, Soroti Isu Aceh ke Tingkat Nasional
Nasional

MUSWIL II BEM SI Aceh Rampungkan Agenda Strategis, Soroti Isu Aceh ke Tingkat Nasional

Share
MUSWIL II BEM SI Aceh Rampungkan Agenda Strategis, Soroti Isu Aceh ke Tingkat Nasional
Dok. Ist
Share

PUNCA.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Aceh sukses menggelar Musyawarah Wilayah (MUSWIL) II Tahun 2026 di Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh (9/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari sembilan perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM SI Aceh.

Mengusung semangat memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, MUSWIL II menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan arah perjuangan BEM SI Aceh menjelang Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI.

Sebelum agenda sidang dimulai, peserta mengikuti Dialog Ekonomi bertajuk ‘Pertumbuhan Ekonomi untuk Siapa? Menata Ulang Arah Ekonomi Nasional.’ Diskusi tersebut menghadirkan Direktur Komersial PT PEMA Faisal Ilyas, Wakil Rektor IV Universitas Serambi Mekkah Dr. Jalaluddin, M.Pd., serta Misbah Hidayat dari Atjeh Movement Institute.

Baca juga: Prabowo Minta Birokrat, TNI, Polri, dan Kejaksaan Introspeksi

Dalam pemaparannya, Faisal Ilyas menilai potensi Blok Andaman dapat menjadi peluang besar bagi Aceh untuk meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pengelolaan potensi tersebut perlu didukung penguatan sumber daya manusia, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta pengembangan industri hilir agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Misbah Hidayat menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak hanya dinikmati kelompok pemilik modal. Ia mendorong agar pembangunan nasional berorientasi pada ekonomi kerakyatan sehingga kekayaan alam mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan kelompok ekonomi kecil.

Baca juga: Sekda Aceh Hadiri Peresmian Bendungan Rukoh oleh Presiden Prabowo

Di sisi lain, Dr. Jalaluddin menyampaikan bahwa penguatan ekonomi juga harus dimulai dari sektor pendidikan. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan melalui inovasi, riset, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Usai dialog ekonomi, forum melanjutkan Musyawarah Wilayah melalui empat sidang pleno. Sejumlah keputusan strategis berhasil disepakati, di antaranya penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan efektivitas gerakan advokasi, perluasan kaderisasi dan jaringan kampus, penataan Koordinator Daerah (KORDA), serta penyusunan rekomendasi yang akan dibawa ke Musyawarah Nasional BEM SI.

Seluruh peserta MUSWIL II BEM SI Aceh berkomitmen menjadikan hasil musyawarah sebagai landasan memperkuat konsolidasi internal, menjaga independensi gerakan mahasiswa, dan menghadirkan perjuangan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Baca juga: Kak Na Tinjau Stand Aceh di HUT Dekranas ke-46

“Musyawarah Wilayah ini menegaskan bahwa BEM SI Aceh akan terus berdiri sebagai kekuatan intelektual dan moral yang independen. Hasil MUSWIL bukan hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi menjadi komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi, mengawal kepentingan rakyat Aceh, serta memastikan suara mahasiswa hadir dalam setiap kebijakan publik yang menyangkut masa depan daerah dan bangsa. Dengan semangat kebersamaan, BEM SI Aceh siap membawa gagasan dan aspirasi Aceh dalam Musyawarah Nasional BEM SI,” tegas Tengku Raja Aulia Habibie Koordinator Wilayah BEM SI Aceh.

Share