Home Ekonomi Pelemahan Rupiah Gerus Keuntungan Pedagang Tahu dan Tempe
Ekonomi

Pelemahan Rupiah Gerus Keuntungan Pedagang Tahu dan Tempe

Share
Pelemahan Rupiah Gerus Keuntungan Pedagang Tahu dan Tempe
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. | Dok. Instagram/@menkeuri
Share

PUNCA.CO – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai berdampak pada pelaku usaha kecil di dalam negeri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pedagang tahu dan tempe menjadi salah satu kelompok yang merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya bahan baku impor.

Dilansir CNN Indonesia (6/6/2026), Menurut Purbaya, kenaikan biaya produksi yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah membuat sebagian pelaku usaha mengalami penyusutan margin keuntungan. Kondisi tersebut bahkan mendorong sebagian pedagang untuk menaikkan harga jual produk mereka.

“Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan baku masih impor,” kata Purbaya.

Baca juga: Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

Ia menjelaskan, ketergantungan terhadap bahan baku impor membuat sejumlah sektor usaha rentan terhadap fluktuasi kurs. Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya produksi otomatis meningkat.

“Yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka,” ungkap Purbaya.

Karena itu, pemerintah menempatkan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai salah satu prioritas kebijakan. Menurutnya, kondisi rupiah yang stabil tidak hanya penting bagi dunia usaha, tetapi juga berpengaruh terhadap biaya hidup masyarakat.

Baca juga: Rupiah Tertekan, DPR dan Otoritas Ekonomi Gelar Rapat di Gedung DPR-RI

Untuk menjaga stabilitas tersebut, pemerintah berencana memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI).

“Kita akan meningkatkan koordinasi dengan bank sentral,” kata Purbaya.

Ia meyakini sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan BI dapat memperkuat efektivitas kebijakan ekonomi. Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan selaras, stabilitas rupiah diharapkan semakin terjaga.

Baca juga: Sony Sonjaya Siap Buka Bukaan dalam Kasus Korupsi Program MBG

“Kita akan mendukung bank sentral untuk memperkuat koordinasi supaya kebijakan makin sinkron. Supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal juga lebih signifikan ke perekonomian,” ungkap Purbaya.

Lebih lanjut, ia optimistis koordinasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Tentu kalau kebijakan sudah menyatu sinergi penuh, itu harusnya rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi, yang penting adalah kita melihat dampak ke masyarakat yang positif,” tegas Purbaya.

Baca juga: Kapolda Marzuki: Investor Wajib Hormati Kearifan Lokal

Purbaya berharap stabilitas nilai tukar rupiah ke depan dapat membantu menekan beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik,” kata Purbaya.

“Dan juga tidak terbebani, beban hidupnya tidak lagi terbebani beban hidup yang terlalu signifikan,” tambahnya.

Share
Tulisan Terkait

Rupiah Tertekan, DPR dan Otoritas Ekonomi Gelar Rapat di Gedung DPR-RI

PUNCA.CO – Sejumlah pejabat tinggi sektor ekonomi dan pemerintahan menggelar pertemuan di...