Home Internasional Gempa Guncang Venezuela, 920 Orang Tewas dan 3.300 Luka-luka
Internasional

Gempa Guncang Venezuela, 920 Orang Tewas dan 3.300 Luka-luka

Share
Gempa Guncang Venezuela, 920 Orang Tewas dan 3.300 Luka-luka
Gempa yang terjadi di Venezuela. | Dok. human-initiative.org
Share

PUNCA.CO – Gempa Venezuela kembali terjadi pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Guncangan berkekuatan magnitudo 4,7 itu terjadi ketika negara tersebut masih berupaya bangkit dari dua gempa besar yang sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan luas.

Berdasarkan data real-time U.S. Geological Survey (USGS), gempa terjadi pada Jumat malam waktu setempat atau pukul 05.16 WIB. Pusat gempa berada sekitar 54 kilometer di utara El Limon dengan kedalaman 10 kilometer.

Dilansir Tribunnews.com (27/6/2026), USGS mencatat tingkat guncangan gempa berada pada Level IV berdasarkan sistem Did You Feel It? (DYFI). Pada tingkat ini, getaran umumnya dirasakan banyak orang di dalam ruangan, disertai jendela bergetar dan peralatan rumah tangga seperti piring bergoyang.

Baca juga: Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh

DYFI merupakan sistem pelaporan gempa berbasis partisipasi masyarakat yang dikembangkan USGS. Laporan warga kemudian dikonversi ke dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk memetakan tingkat intensitas guncangan, mulai dari Level I yang tidak terasa hingga Level XII yang menggambarkan kehancuran total.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa magnitudo 4,7 tersebut.

Meski demikian, kondisi Venezuela masih berat setelah sebelumnya diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu malam waktu setempat.

Baca juga: Tantangan Mewujudkan Perdamaian Positif Pasca Konflik Aceh

“Sedikitnya 920 orang tewas,” kata Jorge Rodriguez, pemimpin Majelis Nasional, dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat waktu setempat.

Selain korban meninggal, sedikitnya 3.300 orang mengalami luka-luka. Jorge Rodriguez juga menyebut sekitar 1.400 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 13 rumah sakit yang terdampak.

Fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah dilaporkan kewalahan menangani lonjakan korban. Salah satu rumah sakit di La Guaira bahkan beroperasi tanpa pasokan air mengalir sehingga tenaga medis harus memanfaatkan air yang disimpan dan cairan infus untuk membersihkan tangan maupun lantai yang dipenuhi darah.

Baca juga: 391 Jemaah Haji Kloter 11 Tiba di Tanah Air

Keterbatasan alat berat dan minimnya pasokan medis membuat banyak penyintas harus mencari korban secara mandiri di bawah reruntuhan. Warga juga mengirimkan bantuan menggunakan sepeda motor dan mobil dari Caracas.

Di sisi lain, lambatnya penanganan pemerintah memicu tekanan terhadap Presiden Delcy Rodriguez. Pemerintah Amerika Serikat telah mengirim personel militer, kapal, pesawat angkut, serta helikopter untuk mendukung operasi kemanusiaan. Rodriguez mengatakan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang kembali menegaskan komitmen bantuan bagi Venezuela.

Sementara itu, lebih dari 300 gempa susulan terus mengguncang wilayah utara Venezuela. Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih bertahan di ruang terbuka karena khawatir bangunan yang rusak kembali roboh.

Share