PUNCA.CO – Pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya resmi dimulai setelah madrasah tersebut hancur diterjang bencana hidrometeorologi. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (11/8/2026).
Pembangunan ini sekaligus menjadi realisasi janji Nasaruddin saat mengunjungi lokasi madrasah yang terdampak bencana pada Desember tahun lalu.
“Ketika setelah kejadian saya datang ke tempat ini, saya menjanjikan kepada warga masyarakat setempat, insya Allah sekolah yang hilang mudah-mudahan akan datang penggantinya lebih baik lagi,” ujar Nasaruddin.
Baca juga: Dilantik Sebagai Kajati Baru, Gubernur Mualem Ucapkan Selamat Kepada Teuku Rahmatsyah
Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya dirancang dua lantai dengan fasilitas yang lebih lengkap. Desainnya melibatkan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) dan mencakup ruang pendidikan serta fasilitas pendukung.
“Di situ ada masjidnya, dan di situ ada perumahan gurunya. Di situ juga lengkap dengan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan, termasuk laboratorium, perpustakaan, halaman-halaman, dan kantinnya,” jelasnya.
Sebelumnya, bangunan MIN 5 Pidie Jaya hancur dan hanyut akibat banjir hingga hanya menyisakan satu blok pagar beton. Selama menunggu pembangunan kembali, kegiatan belajar mengajar siswa berlangsung di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berada di belakang masjid.
Nasaruddin berharap pembangunan dapat rampung kurang dari satu tahun sehingga para siswa segera memperoleh ruang belajar yang lebih layak.
Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie, Tujuh Orang Meninggal Dunia
“Kalau bisa sih tidak sampai satu tahun. Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi. Jadi, makin cepat lebih baik supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai,” katanya.
Nasaruddin juga menegaskan makna kunjungannya tersebut sebagai pemenuhan komitmen pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana.
“Hari ini saya datang memenuhi janji saya, janji pemerintah pada waktu itu bahwa insya Allah, berdoa kita, mudah-mudahan segera kita akan bangun,” tuturnya.
Baca juga: Gubernur Mualem Dorong Satu Data Aceh Lebih Akurat dan Terintegrasi
Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari menjelaskan, pembangunan gedung utama MIN 5 Pidie Jaya tahap awal mendapat alokasi anggaran Rp12.364.805.000. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas belajar, kantor, kantin, serta mobiler termasuk komputer.
Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya menjadi bagian dari penanganan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Kementerian Agama juga melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali fasilitas terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.










