PUNCA.CO – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menggelar konferensi pers terkait penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Konferensi pers dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Han) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, yang mewakili Menteri Pertahanan RI.
Dalam keterangannya, Kepala BPSDM Han menyampaikan belasungkawa atas wafatnya lima peserta Program SPPI Tahun 2026. Ia turut menjelaskan seluruh peserta yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, mulai dari fasilitas kesehatan di satuan pendidikan hingga dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Juli-September Diprediksikan Jadi Puncak Musim Kemarau 2026
“Atas nama kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI,” ujar Ketut
Ia juga menjelaskan, berdasarkan laporan resmi dari satuan pendidikan dan rumah sakit, penyebab meninggal dunia masing-masing peserta berbeda-beda. Penyebab tersebut antara lain henti jantung (cardiac arrest), heat stroke, tuberkulosis (TB), pneumonia yang disertai komplikasi medis, serta kondisi medis lain yang masih dalam proses pendalaman.
Kemhan juga menyampaikan bahwa sebelum mengikuti pendidikan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Laga Piala Dunia Malam Ini, Inggris, Portugal, dan Argentina Bakal Hadapi Laga Penutup Fase Grup
Ia juga menyampaikan, atas arahan Menteri Pertahanan RI, Kemhan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan penyelenggaraan Program SPPI. Langkah yang dilakukan meliputi penguatan profiling kesehatan peserta, pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, peningkatan pengawasan medis di satuan pendidikan, serta penguatan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI.






