PUNCA.CO – Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu merupakan tantangan besar. Menurutnya, dinamika internasional berdampak langsung terhadap pengelolaan sektor energi nasional.
Dilansir Kompas.com (12/7/2026), Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).
“Saya harus jujur mengatakan bahwa menjadi Menteri ESDM di era kondisi geopolitik yang tidak menentu itu bukan sesuatu yang gampang,” kata Bahlil.
Baca juga: Bahlil: Pengembangan Gas Blok Andaman Harus Untungkan Aceh dan Investor
Ia menjelaskan, bekal ilmu yang diperoleh di bangku pendidikan memang menjadi dasar dalam berpikir kritis dan menyusun analisis kebijakan. Namun, menurutnya, pengalaman tersebut belum cukup untuk menghadapi persoalan nyata yang muncul akibat perubahan situasi geopolitik dunia.
Sebagai contoh, Bahlil menyinggung penutupan Selat Hormuz yang sempat menyebabkan kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) tertahan di Teluk Arab akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
“Ilmu sekolah enggak cukup. Tidak ada itu mata kuliah di energi kalau Selat Hormuz ditutup ambil minyak dari mana? Enggak ada. Itu butuh dinamika yang sangat luar biasa sekali,” kata Bahlil.
Baca juga: Golkar Aceh Minta Bahlil Kawal Revisi UUPA, Usulkan Dana Otsus Kembali Naik
Meski menghadapi tantangan tersebut, Bahlil menegaskan pemerintah tetap berupaya mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan di sektor energi.
“Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, sebagai kader Partai Golkar, harus mengutamakan kepentingan rakyat dengan berbagai dinamika yang tinggi,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan telah melaporkan sekaligus menyarankan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan kondisi global.
Baca juga: Bahlil Lantik Pengurus Baru Golkar Aceh, Kader Muda Dominasi 70 Persen
“Saya melaporkan kepada Bapak Presiden, menyarankan kepada Bapak Presiden dan sekaligus Bapak Presiden mengarahkan agar harga BBM subsidi tidak perlu kita naikkan. Alhamdulillah harga BBM subsidi tidak ada kita naikkan,” tutup Bahlil.









