PUNCA.CO – Pemerintah Jepang memutuskan mengirim unit bantuan bencana Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) ke Indonesia untuk membantu penanganan karhutla Kalimantan. Keputusan tersebut diambil pada Jumat (28/8/2026) ketika kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Pengerahan dilakukan atas instruksi Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi sebagai bentuk dukungan kemanusiaan sekaligus tindak lanjut hubungan persahabatan kedua negara.
Dilansir Kompas.com (29/8/2026), Koizumi menyatakan Kementerian Pertahanan Jepang bersama JSDF akan mengerahkan seluruh upaya untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan serta membantu masyarakat Indonesia.
Baca juga: Politeknik Kutaraja Yudisiumkan 61 Mahasiswa Tahun Akademik 2025/2026
Dalam misi tersebut, Jepang menyiapkan kapal angkut amfibi JS Kunisaki. Kapal itu membawa tiga helikopter angkut berat JGSDF tipe CH-47 dan sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang.
Kontingen Jepang dijadwalkan berangkat menuju Indonesia setelah seluruh persiapan teknis selesai. Kehadiran armada tersebut diharapkan memperkuat operasi udara dalam penanganan karhutla Kalimantan.
Pengerahan tersebut juga menjadi implementasi kerja sama pertahanan yang disepakati Indonesia dan Jepang pada Mei 2026. Kedua negara sebelumnya menyepakati penguatan kolaborasi dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau HADR.
Baca juga: Komdigi Resmi Larang Operator Hanguskan Sisa Kuota
Kebutuhan bantuan semakin mendesak karena kebakaran diperparah pola El Nino dan musim kemarau berkepanjangan. BNPB mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 38.310,89 hektar.
Sementara itu, satelit Kementerian Lingkungan Hidup mendeteksi 1.429 titik panas di Sumatra Selatan, 1.226 titik di Kalimantan Barat, dan 811 titik di Kalimantan Tengah.
Kabut asap juga berdampak hingga luar Indonesia. Di Palangka Raya, indeks kualitas udara sempat mencapai 199 pada Kamis (27/8/2026). Asap bahkan menyebar ke Malaysia dan Brunei.
Baca juga: Hadiri Konsolidasi Partai Aceh Banda Aceh, Hasballah Ajak Kawal Kepemiminan Mualem- Dek Fadh
Hampir 600 sekolah di Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup sementara akibat penurunan kualitas udara. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas belajar sekitar 200.000 murid.
Di Indonesia, pemerintah telah mengerahkan puluhan ribu petugas pemadam darat serta menambah dukungan helikopter pengebom air. Kementerian Perhubungan juga mengizinkan 35 pesawat terdaftar asing membantu operasi pemadaman.
Dalam operasi tersebut, helikopter CH-47 yang dibawa JS Kunisaki akan menambah kekuatan udara internasional untuk menangani karhutla. Secara regulasi, armada tersebut tetap berada di bawah kendali penuh otoritas Indonesia.








