PUNCA.CO – Anggota DPR Aceh, Hasballah, meminta kader Partai Aceh Banda Aceh memperkuat kekompakan untuk mengawal kepemimpinan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf atau Mualem. Ajakan itu disampaikan dalam Konsolidasi Partai Aceh Kota Banda Aceh di Kedai Kopi Barika Batoh, Sabtu (29/8/2026).
Hasballah mengatakan seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengawal kepemimpinan Mualem. Menurutnya, tanggung jawab tersebut harus dibarengi dengan soliditas kader di masing-masing wilayah.
“Kita semua harus perkuat kekompakan, begitu juga kader PA Kota Banda Aceh. Agar bisa mengawal Mualem hingga habis periode,” ujarnya.
Baca juga: Trump Ingin Danau Ontario Ganti Nama Jadi Danau Amerika, Kanada Menolak
Ia menilai momentum kemenangan Mualem sebagai Gubernur Aceh dapat dimanfaatkan untuk kembali memperkuat eksistensi Partai Aceh di Kota Banda Aceh. Hal itu dinilai penting setelah Partai Aceh gagal mempertahankan kursi legislatif pada Pemilu 2024.
Hasballah juga mendorong kader mengawal implementasi kebijakan Mualem yang dinilai pro-rakyat. Menurut dia, pelaksanaan kebijakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Partai Aceh.
Ia mengakui upaya memperoleh dukungan masyarakat di Banda Aceh bukan perkara mudah karena karakter pemilih di ibu kota provinsi itu cukup majemuk. Namun, kondisi tersebut dinilai tetap dapat dihadapi apabila kader bekerja secara kompak dan mampu memanfaatkan setiap peluang.
Baca juga: Pembukaan Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang Bakal Dipercepat
“Tidak mudah bagi semua partai mendapat suara di kota seperti Banda Aceh, karena pemilihnya majemuk. Tapi itu tidak sulit jika kader PA kompak dan memanfaatkan tiap pelung yang ada,” ungkap Hasballah.
Selain mengawal pemerintahan, Hasballah meminta Partai Aceh kembali aktif menyuarakan kepentingan masyarakat. Menurutnya, tidak harus menunggu kembali memperoleh kursi legislatif untuk menjalankan fungsi tersebut.
Ia ikut mendorong pemanfaatan media sosial sebagai ruang komunikasi dengan masyarakat. Di sisi lain, posisi Mualem sebagai Gubernur Aceh sekaligus Ketua Umum Partai Aceh juga disebut dapat menjadi kekuatan komunikasi politik dengan Pemerintah Aceh.
Dalam konsolidasi yang dihadiri perwakilan kader hingga tingkat Sagoe tersebut, kader Partai Aceh Banda Aceh didorong menjaga soliditas sekaligus memanfaatkan momentum kepemimpinan Mualem untuk memperkuat kembali keberadaan partai di tengah masyarakat.










