Home Kesehatan Waktu Terbaik untuk BAB, Pagi Hari Paling Ideal
Kesehatan

Waktu Terbaik untuk BAB, Pagi Hari Paling Ideal

Share
Waktu Terbaik untuk BAB, Pagi Hari Paling Ideal
Ilustrasi orang BAB | Dok. alodokter.com
Share

PUNCA.CO – Waktu terbaik untuk BAB bagi sebagian besar orang cenderung berada pada pagi hari, terutama setelah bangun tidur. Pada waktu tersebut, aktivitas usus meningkat sehingga tubuh lebih siap mengeluarkan sisa pencernaan.

Dilansir okezone.com (14/9/2026), meski demikian, tidak ada ketentuan bahwa setiap orang harus buang air besar pada jam yang sama setiap hari. Pola BAB setiap orang dapat berbeda, sehingga keteraturan, kenyamanan, dan proses yang tuntas menjadi hal yang lebih penting.

Gastroenterolog Will Bulsiewicz menjelaskan bahwa ritme sirkadian atau jam biologis tubuh turut mengatur fungsi pencernaan. Gastroenterolog Kenneth Brown juga menyebut aktivitas usus besar cenderung meningkat pada siang hari dan mencapai puncaknya pada pagi hari.

Baca juga: Langsa Jadi Wilayah Terpanas di Aceh Hari Ini, Suhu Diprakirakan 31 Derajat Celsius

Peningkatan hormon kortisol secara alami setelah bangun tidur juga dapat membantu merangsang pergerakan usus. Selain itu, selama tidur, usus besar dapat mengumpulkan sisa pencernaan yang kemudian lebih mudah dikeluarkan ketika tubuh kembali aktif pada pagi hari.

Waktu terbaik untuk BAB pada pagi hari juga berkaitan dengan refleks gastrocolic. Respons alami tubuh ini terjadi ketika lambung terisi makanan atau minuman dan dapat memicu kontraksi usus besar.

Karena itu, sebagian orang merasakan keinginan untuk BAB setelah minum air atau sarapan. Respons tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pagi hari sering dianggap sebagai waktu yang paling mendukung untuk buang air besar.

Baca juga: Longsor di Aceh Tengah, Satu Anak Meninggal dan 13 Orang Luka-luka

Namun, tidak BAB setiap pagi bukan berarti seseorang mengalami masalah pencernaan. EatingWell mencatat frekuensi BAB yang masih dapat dianggap normal berkisar antara dua kali sehari hingga tiga kali seminggu.

Dengan demikian, pola BAB yang teratur, nyaman, dan tuntas lebih penting dibandingkan frekuensinya semata. Seseorang bahkan dapat BAB setiap hari tetapi tetap mengalami sembelit apabila pengeluaran tinja tidak berlangsung tuntas.

Faktor yang Memengaruhi Pola BAB

Selain waktu dalam sehari, pola makan turut menentukan aktivitas usus. Makanan tinggi serat dapat membantu menambah volume tinja dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan. Sebaliknya, kekurangan serat dan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit.

Baca juga: Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

Aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap motilitas usus. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, menari, maupun aktivitas fisik lainnya dapat membantu menjaga keteraturan BAB.

Stres dan kecemasan pun dapat mengubah pola buang air besar melalui hubungan antara otak dan sistem pencernaan atau gut-brain axis. Pada sebagian orang, kondisi tersebut mempercepat gerakan usus hingga memicu diare, sementara pada orang lain justru menyebabkan sembelit.

Perjalanan juga dapat mengganggu jadwal BAB. Perubahan zona waktu, pola makan, asupan cairan, tingkat stres, serta berkurangnya aktivitas fisik selama perjalanan dapat memengaruhi ritme pencernaan.

Share