Home Kesehatan Berjemur Disebut Bisa Mendukung Pemulihan Stroke
Kesehatan

Berjemur Disebut Bisa Mendukung Pemulihan Stroke

Share
Berjemur Disebut Bisa Mendukung Pemulihan Stroke
Ilustrasi orang berjemur | Dok. nivea.co.id
Share

PUNCA.CO – Berjemur setelah stroke disebut berpotensi menjadi salah satu aktivitas pendukung selama masa pemulihan. Penelitian dari All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menunjukkan paparan sinar matahari dapat memberikan hasil pemulihan yang lebih baik pada pasien stroke sedang.

Dilansir okezone.com (20/9/2026), penelitian yang berlangsung November 2023 hingga April 2025 itu melibatkan 40 pasien stroke sedang. Para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang menjalani rehabilitasi dan kelompok yang mendapat rehabilitasi sekaligus paparan sinar matahari.

Hasil penelitian menunjukkan pasien yang mendapat tambahan paparan sinar matahari mengalami pemulihan lebih baik dibandingkan kelompok lainnya.

Baca juga: Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak

Dokter Sitla Prasad Pathak, Principal Consultant bidang Neurosciences dan Neurology, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, menjelaskan pasien stroke berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Kondisi itu dapat terjadi karena pasien cenderung lebih sedikit beraktivitas di luar ruangan selama masa pemulihan.

Menurutnya, kadar vitamin D yang cukup dikaitkan dengan lebih sedikit gangguan pada otot dan saraf serta risiko jatuh yang lebih rendah. Risiko jatuh menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama pemulihan stroke.

Namun, berjemur tidak dapat dianggap sebagai pengobatan stroke. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan dengan pemantauan tenaga kesehatan dan tetap mengikuti langkah keselamatan.

Baca juga: Aceh Peringkat 4 MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta

Pasien stroke perlu memperhatikan kondisi tubuh ketika berada di bawah sinar matahari. Salah satunya adalah risiko dehidrasi, terlebih beberapa obat, termasuk obat tekanan darah, dapat meningkatkan kerentanan terhadap kekurangan cairan.

Karena itu, pasien perlu memastikan kebutuhan cairan terpenuhi sebelum dan setelah berjemur. Waktu paparan juga sebaiknya dipilih saat matahari tidak terlalu terik, seperti pagi atau sore hari.

Durasi paparan sekitar 10–20 menit disebut biasanya sudah cukup. Pasien juga dianjurkan menggunakan sunscreen, mengenakan pakaian ringan, serta memakai penutup kepala.

Baca juga: Aiyub Abbas; Pembahasan UUPA Dikawal Bersama

Yang terpenting, berjemur tidak boleh menggantikan pengobatan dan rehabilitasi yang direkomendasikan dokter. Pemulihan stroke tetap membutuhkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing pasien.

Paparan sinar matahari juga disebut berpotensi memberikan manfaat pendukung pada beberapa kondisi neurologis lain, seperti Parkinson, multiple sclerosis, dan nyeri saraf kronis. Manfaat yang dibahas antara lain membantu mencegah kekurangan vitamin D, mendukung kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati.

Meski demikian, terapi berbasis sinar matahari tetap tidak dapat dijadikan pengganti perawatan medis atau terapi yang telah direkomendasikan dokter.

Share