PUNCA.CO – KRI Sriwijaya-100 resmi bergabung dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut (AL) dan dinyatakan dalam kondisi siap operasional. Namun, TNI AL masih menunggu arahan pimpinan untuk menentukan apakah kapal tersebut akan langsung ditugaskan atau menjalani retrofit terlebih dahulu.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kondisi kapal eks Angkatan Laut Italia tersebut masih sangat baik setelah menempuh perjalanan dari Italia menuju Indonesia.
Dilansir Okezone.com, (24/9/2026), Ali menyampaikan hal tersebut seusai prosesi reflagging KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Baca disini: Panen Raya Aceh Barat, Mualem Sebut Sejalan dengan Misi Pemerintah Aceh
“Alhamdulillah semua berjalan lancar dan kondisi kapal seperti yang bapak-bapak ibu-ibu sudah lihat ke dalam, kondisinya masih sangat baik, siap operasional,” kata Ali.
Meski demikian, sejumlah sistem komunikasi masih perlu dilengkapi sebelum kapal dapat menjalankan penugasan secara penuh. Perangkat komunikasi bawaan Italia menggunakan standar NATO sehingga TNI AL akan menggantinya dengan sistem yang sesuai kebutuhan Indonesia.
“Peralatan komunikasi yang punya Italia itu kan versi NATO. Mereka tidak akan menggunakan atau memberikan itu kepada kita, kepada yang lain selain NATO, maka kita menggunakan versi kita sendiri yang sudah siapkan nantinya untuk membuat kapal ini siap berlayar dan melaksanakan tugas-tugas yang telah kita rencanakan,” ujarnya.
Dari sisi personel, pengawakan KRI Sriwijaya-100 telah sepenuhnya dilakukan oleh TNI AL. Sebanyak 400 kru disiapkan untuk mengoperasikan kapal tersebut, dengan sebagian personel masih menjalani proses pembelajaran dan pelatihan.
“Pengawakan juga sudah full oleh Angkatan Laut Indonesia, oleh TNI Angkatan Laut. Ada sejumlah 400 kru dan nantinya mereka juga sambil belajar, karena yang belajar pertama hanya 100 orang,” katanya.
TNI AL juga akan melatih pilot helikopter agar dapat mengoperasikan helikopter jenis S-70 dari geladak kapal.
Baca juga: Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
“Dan juga kita akan melatih pilot-pilot helikopter kita. Nanti ke depan jenis S-70 itu bisa beroperasi dari kapal ini,” ucapnya.
Adapun retrofit KRI Sriwijaya-100 diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan. Proses tersebut mencakup modernisasi, perbaikan, serta penyesuaian sistem kapal dengan kebutuhan operasional TNI AL.
“Mungkin dalam waktu dekat. Tapi kita lihat apabila ada penugasan untuk kapal ini dalam waktu dekat, maka penugasan dulu baru retrofit. Tapi itu tergantung nanti perintah dari atasan,” katanya.
Baca juga: Polda Aceh Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Pelaku Ditangkap
Retrofit nantinya akan dikerjakan bersama PT PAL Indonesia dan galangan kapal Italia, Fincantieri.
Ali menyebut KRI Sriwijaya-100 dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti penanganan bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau menggunakan kapal induk ini untuk karhutla, bencana alam, ini sangat memungkinkan sekali. Jadi kapal ini sangat fleksibel,” ujarnya.
Baca juga: Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate ke Sekolah di Bireuen
Ia menambahkan, kondisi kapal juga terlihat dari perjalanan sekitar 20 hari dari Italia menuju Indonesia yang berlangsung tanpa kendala.
“Anda lihat perjalanan selama 20 hari dari Itali tidak mengalami permasalahan sama sekali. Jadi ini menunjukkan bahwa kapal ini masih kondisinya sangat baik,” tutup Ali.






