Home Internasional Gubernur California Sahkan Aturan Libur untuk Dua Hari Raya Islam
Internasional

Gubernur California Sahkan Aturan Libur untuk Dua Hari Raya Islam

Share
Gubernur California Sahkan Aturan Libur untuk Dua Hari Raya Islam
Gubernur California, Gavin Newsom. | Dok. Reuters
Share

PUNCA.CO – California resmi memasukkan Idul Fitri dan Idul Adha ke dalam kalender hari libur negara bagian setelah Gubernur Gavin Newsom menandatangani Assembly Bill (AB) 2017. Ketentuan tersebut mulai berlaku sebagai undang-undang negara bagian pada 10 September.

Melalui aturan baru ini, dua hari raya utama umat Islam tersebut mendapat pengakuan dalam kalender sipil California. Kebijakan itu juga mencakup ketentuan bagi sekolah negeri, perguruan tinggi komunitas, serta pegawai negara bagian yang memenuhi syarat.

Dilansir Tirto.id (30/9/2026), anggota Majelis Matt Haney menyebut pengakuan tersebut berkaitan dengan keberadaan komunitas Muslim di California.

Baca juga: Empat Marketplace Mulai Pungut PPh Pedagang 0,5 Persen, Pedagang Omzet hingga Rp500 Juta Tak Kena

“California merupakan rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapatkan pengakuan serta penghormatan,” kata Matt Haney, dikutip dari Fox40.

“Pengakuan terhadap hari raya Eid [Idul Fitri dan Idul Adha] dalam hukum negara bagian merupakan langkah penting untuk memastikan setiap warga California dapat merayakan hari besar mereka bersama keluarga tanpa harus melakukan pengorbanan yang tidak perlu,” tambahnya.

Ketentuan Libur Eid di California

Aturan tersebut tidak secara otomatis mewajibkan seluruh sekolah dan perguruan tinggi komunitas untuk meliburkan kegiatan. Masing-masing institusi tetap dapat menentukan kebijakan libur Idul Fitri dan Idul Adha melalui prosedur lokal yang telah berlaku.

Baca juga: Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Bawa Pulang Empat Emas dari PKM PTKIN Se-Sumatera

Sementara itu, pegawai negara bagian yang memenuhi syarat dapat memperoleh kredit hari libur untuk kedua perayaan tersebut. Mereka juga dapat menggunakan cuti berbayar yang tersedia untuk memperingati hari raya.

Undang-undang AB 2017 menegaskan bahwa pengakuan tersebut merupakan keputusan kalender sipil, bukan penetapan yang bersifat keagamaan.

“Penetapan Idulfitri dan Iduladha sebagai hari libur negara bagian merupakan keputusan kalender sipil yang mengakui signifikansi budaya kedua hari raya tersebut bagi masyarakat California,” bunyi undang-undang AB 2017, dikutip dari Turkiye Today.

Baca juga: Kembali Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Pejabat di Istana

Idul Fitri diperingati pada 1 Syawal dalam kalender Hijriah sebagai penanda berakhirnya Ramadan. Adapun Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah dan ditandai antara lain dengan pelaksanaan ibadah kurban serta bertepatan dengan rangkaian puncak ibadah haji di Makkah.

Ketua Komisi California untuk Urusan Warga Amerika keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik Jason Paguio mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya institusi publik mengakomodasi komunitas yang dilayaninya.

“AB 2017 mencerminkan komitmen bersama Komisi untuk mewujudkan California di mana institusi publik mengakui dan menghormati komunitas yang mereka layani,” kata Jason Paguio, melalui siaran pers.

Baca juga: Awal Oktober, Harga Emas di Banda Aceh Rp7,54 Juta per Mayam

“Dengan mengakui secara resmi Idulfitri dan Iduladha, negara bagian kita menegaskan makna budaya dari perayaan-perayaan ini sekaligus memberikan sarana praktis bagi sekolah dan tempat kerja sektor publik untuk mendukung mereka yang merayakannya,” tambahnya.

AB 2017 sebelumnya diajukan kepada Gubernur Gavin Newsom oleh Matt Haney pada Maret 2026. RUU tersebut mendapat dukungan dari sejumlah komunitas dan organisasi Muslim.

Share