PUNCA.CO – Menjaga bakteri baik usus dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, mulai dari memperhatikan asupan makanan hingga mengatur pola tidur dan aktivitas fisik. Kebiasaan tersebut membantu mendukung keseimbangan mikrobioma usus yang berperan penting dalam proses pencernaan dan kesehatan tubuh.
Dilansir CNN Indonesia (13/10/2026), Mikrobioma usus terdiri dari triliunan mikroorganisme, termasuk bakteri baik yang membantu mengolah makanan, menjaga keragaman mikroorganisme, serta mendukung perlindungan lapisan usus.
Pola makan dan gaya hidup sehari-hari turut memengaruhi keseimbangan mikroorganisme tersebut. Berikut lima kebiasaan yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan usus.
Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh, BMKG Minta Warga Waspada
1. Konsumsi yogurt secara rutin
Yogurt menjadi salah satu pilihan makanan untuk mendukung kesehatan mikrobioma usus. Proses fermentasi susu menghasilkan mikroorganisme, termasuk bakteri dari kelompok Lactobacillus.
Pilih yogurt yang mengandung kultur hidup (live cultures) dan rendah gula tambahan. Bagi sebagian orang dengan intoleransi laktosa, yogurt juga dapat lebih mudah ditoleransi karena proses fermentasi mengurangi sebagian kandungan laktosa.
2. Perbanyak makanan tinggi serat
Serat merupakan sumber makanan penting bagi bakteri baik di dalam usus. Konsumsi serat yang cukup dan bervariasi juga membantu mendukung keragaman mikrobioma.
Baca juga: Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan
Beberapa sumber serat yang dapat dikonsumsi antara lain sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, oat, dan biji-bijian utuh. Jika belum terbiasa mengonsumsi makanan berserat, tingkatkan asupannya secara bertahap untuk mengurangi risiko kembung dan produksi gas berlebih.
3. Penuhi kebutuhan cairan
Asupan air perlu diperhatikan, terutama ketika konsumsi serat meningkat. Dikutip dari VNExpress, air membantu proses pencernaan dan menjaga tekstur feses tetap lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Sebaliknya, asupan serat yang tinggi tanpa cairan memadai dapat membuat feses lebih keras dan meningkatkan kesulitan buang air besar. Karena itu, biasakan minum air secara teratur sepanjang hari.
Baca juga: Warga Aceh Besar Ramaikan Festival Geulayang Tunang di Kuta Malaka
4. Batasi makanan ultra-proses
Makanan cepat saji, daging olahan, serta makanan ringan dan manisan kemasan termasuk produk yang perlu dibatasi konsumsinya. Makanan tersebut umumnya mengandung gula, garam, atau lemak dalam jumlah tinggi, tetapi relatif rendah zat gizi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, pola makan tinggi makanan ultra-proses berpotensi memengaruhi lingkungan mikroorganisme di usus. Sebagai alternatif, pilih lebih banyak makanan utuh atau minim proses, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang minim pengolahan.
5. Atur waktu tidur dan rutin berolahraga
Menjaga kesehatan usus juga membutuhkan pola hidup yang teratur. Tidur cukup membantu mempertahankan ritme sirkadian tubuh yang berkaitan dengan kestabilan mikrobioma usus.
Baca juga: Suadi Sulaiman Soroti Polemik Bendera Bintang Bulan Aceh Jelang Milad GAM ke-50
Selain itu, aktivitas fisik dapat mendukung keragaman mikrobioma, pergerakan usus, dan proses metabolisme. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam serta melakukan aktivitas fisik intensitas sedang sedikitnya 150 menit per minggu.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, kesehatan usus dapat didukung melalui pola makan yang beragam, asupan cairan memadai, serta gaya hidup yang lebih aktif dan teratur.






