PUNCA.CO – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, meluas hingga Kabupaten Mimika. Pemerintah Kabupaten Mimika meminta bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani kebakaran yang memicu kabut asap tebal tersebut.
Dilansir detik.com (13/10/2026), Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, kabut asap kiriman dari Merauke telah menyelimuti wilayahnya selama hampir sepekan. Kondisi itu semakin memburuk dan mulai mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas penerbangan.
Rettob menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melaporkan situasi tersebut kepada pemerintah pusat.
Baca juga: Hujan Lebat Berpotensi Guyur 17 Wilayah Aceh, BMKG Minta Warga Waspada
“Kami sudah laporkan ke Jakarta supaya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) harus turun tangan,” kata Rettob, dikutip Antara.
Sekolah PAUD dan SD Diliburkan
Untuk mengurangi dampak kabut asap, Pemerintah Kabupaten Mimika telah menerbitkan surat edaran yang mengatur peliburan kegiatan belajar mengajar di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).
Sementara itu, siswa SMP, SMA, dan SMK masih menjalani pembelajaran seperti biasa, tetapi diwajibkan menggunakan masker.
Baca juga: Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan
Rettob menjelaskan bahwa kebakaran tidak terjadi di wilayah Mimika. Karena itu, langkah pemerintah daerah saat ini difokuskan pada penanganan dampak asap terhadap masyarakat.
“Kebakaran hutan bukan di Mimika, yang bisa kami lakukan adalah langkah-langkah penanggulangan seperti pembagian masker. Wilayah kita ini terkena dampak akibat kebakaran hutan itu. Dinas Kesehatan dan BPBD Mimika juga sudah melakukan pembagian masker bahkan rumah sakit kami sudah tingkatkan pelayanannya,” ujarnya.
Kasus ISPA Meningkat, Penerbangan Terganggu
Selain mengganggu kegiatan pendidikan, kabut asap juga berdampak pada kondisi kesehatan warga. Rettob menyebut kualitas udara di Mimika terus memburuk dan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan, terutama pada anak-anak.
Baca juga: Warga Aceh Besar Ramaikan Festival Geulayang Tunang di Kuta Malaka
“Kondisi udara kita semakin buruk. ISPA juga semakin meningkat terutama pada anak-anak,” ujarnya.
Gangguan juga terjadi pada transportasi udara. Ketebalan kabut asap menyebabkan sejumlah pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika.
“Hari ini Senin pesawat tidak bisa mendarat, hari ini ada penerbangan yang dialihkan ke Jayapura. Pesawat-pesawat kecil yang biasanya masuk juga terganggu untuk hari ini. Katanya karena ketebalan kabut asapnya,” ujarnya.
Baca juga: BMKG Pantau Arus Laut hingga 150 Kilometer dari Aceh, Dukung Deteksi Dini Tsunami
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk memadamkan api di wilayah yang menjadi sumber karhutla. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengatasi kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan kelancaran penerbangan di Mimika.







