Home Internasional Demo Gen Z di Jerman Berujung Kerusuhan, Toko-Toko Dijarah
Internasional

Demo Gen Z di Jerman Berujung Kerusuhan, Toko-Toko Dijarah

Share
Demo Gen Z di Jerman Berujung Kerusuhan, Toko-Toko Dijarah
Demo Gen Z di Jerman Berujung Rusuh. | Dok. REUTERS/ Kai Pfaffenbach
Share

PUNCA.CO – Demonstrasi ribuan anak muda yang tergabung dalam gerakan “GenZ regelt!” di Jerman pada Sabtu (31/10) berakhir ricuh. Aksi yang semula berlangsung damai tersebut berubah menjadi kerusuhan di sejumlah kota, disertai penyerangan terhadap polisi hingga penjarahan toko di Frankfurt.

Situasi paling parah terjadi di Frankfurt, pusat keuangan Jerman. Sejumlah perusuh bertopeng dilaporkan menjarah beberapa toko setelah merusak jendela bangunan. Polisi terpaksa mengerahkan meriam air dan semprotan merica untuk menghadapi massa yang melemparkan batu, kembang api, serta bom molotov.

Dilansir CNN Indonesia (1/11/2026), kepolisian setempat menyebut situasi tersebut sebagai “Kerusuhan kekerasan”.

Baca juga: Kapal Kayu Bawa 1.086 Karton Rokok Ilegal Dicegat di Perairan Aceh Utara

“Jendela di beberapa toko telah dipecahkan. Bom molotov juga dilemparkan ke arah petugas tanggap darurat,” ujar merek.

Salah satu toko yang menjadi sasaran penjarahan merupakan toko senjata. Polisi menyatakan telah menangkap seorang tersangka dan menyita dua pucuk senjata dari lokasi tersebut.

Menurut laporan harian lokal Bild, toko sepatu dan toko parfum juga menjadi sasaran penjarahan. Sejumlah jalan perbelanjaan utama di Frankfurt ditutup untuk mengendalikan situasi. Kendaraan polisi dan pasukan antihuru-hara turut dikerahkan guna membatasi akses ke kawasan tersebut.

Baca juga: Pemkab Purworejo Ubah Minyak Jelantah Jadi Sumber Penghasilan Warga

Sebuah helikopter kepolisian terlihat berpatroli di atas lokasi kerusuhan. Setidaknya satu petugas mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Menteri Dalam Negeri negara bagian Hesse, Roman Poseck, mengatakan sekitar 100 ekstremis sayap kiri yang telah teridentifikasi menyusup ke dalam aksi demonstrasi di Frankfurt.

“Sungguh memalukan bagaimana peristiwa di Frankfurt ini berakhir.”

Baca juga: Kemenhut Jerat Dua Korporasi Kasus Kebakaran Hutan, 11 Perusahaan Masih Disidik

Kerusuhan juga terjadi di Hamburg dan Cologne. Polisi menggunakan meriam air setelah para pengunjuk rasa dilaporkan menyerang petugas layanan darurat menggunakan kembang api, batu, dan botol.

Sementara itu, di Berlin, demonstrasi pada malam hari yang tidak diselenggarakan oleh gerakan “GenZ regelt!” turut diwarnai ketegangan. Polisi mengaku dilempari telur dan botol oleh peserta aksi.

Insiden lainnya terjadi di Bonn, ketika seorang anggota kepolisian mengalami luka ringan saat berhadapan dengan sekelompok orang. Sejumlah perusuh juga dilaporkan telah ditangkap.

Baca juga: Kronologi Peretasan Binance: Aset Kripto Rp114 Triliun Raib dalam 20 Menit

Aksi Dipicu Ketidakpuasan terhadap Kebijakan Pemerintah

Sebelum kerusuhan pecah, demonstrasi pada siang hari berlangsung relatif damai dengan suasana meriah. Sejumlah peserta bahkan mengenakan kostum dinosaurus hingga Batman karena aksi tersebut bertepatan dengan perayaan Halloween.

Para demonstran membawa berbagai poster, di antaranya bertuliskan “Saatnya untuk melawan” dan “Merz harus pergi”, yang merujuk pada tokoh konservatif Friedrich Merz.

Gerakan GenZ regelt! mengangkat sejumlah persoalan yang dianggap merugikan generasi muda. Keluhan mereka meliputi tingginya biaya hidup, kondisi sekolah yang kurang terawat, hingga pemangkasan anggaran pemerintah.

Baca juga: Iran Klaim Empat Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz

Para peserta juga menyuarakan ketidakpuasan terhadap peningkatan anggaran militer dan penerapan model layanan sukarela baru untuk menambah personel militer. Mereka khawatir kebijakan tersebut menjadi langkah awal pemberlakuan kembali wajib militer di Jerman.

Dalam pernyataannya, GenZ regelt! mengklaim sekitar 120 ribu orang mengikuti demonstrasi tersebut. Angka itu lebih rendah dibandingkan perkiraan awal kelompok tersebut yang mencapai 180 ribu peserta.

Share