Home Lokal Dr. Usman Lamreung Nilai Pernyataan Kepala BNPB Remehkan Penderitaan Warga Terdampak
Lokal

Dr. Usman Lamreung Nilai Pernyataan Kepala BNPB Remehkan Penderitaan Warga Terdampak

Usman Lamreung: Narasi Defensif Pemerintah Bisa Hambat Status Darurat dan Bantuan Tambahan

Share
Dr. Usman Lamreung Nilai Pernyataan Kepala BNPB Remehkan Penderitaan Warga Terdampak
Dr. Usman Lamreung, Direktur Emirates Development Research (EDR) | Dok. Untuk PUNCA.CO
Share

PUNCA.CO – Direktur Emirates Development Research (EDR), Dr. Usman Lamreung, menilai pernyataan Kepala BNPB yang menyebut bahwa bencana hanya mencekam di media sosial, sementara di lapangan semuanya tertangani sebagai indikasi adanya disconnect serius antara laporan pemerintah pusat dan kenyataan yang dihadapi masyarakat di daerah terdampak.

Menurut Dr. Usman, pernyataan itu justru terkesan meremehkan situasi yang tengah dialami warga. Ia menegaskan, keluhan publik yang terus bermunculan baik dari warga, pemerintah daerah, maupun lembaga kemanusiaan adalah bukti bahwa penanganan masih jauh dari memadai.

“Bagaimana bisa dikatakan semuanya tertangani jika akses jalan masih terputus, listrik padam berhari-hari, logistik tersendat, dan ribuan pengungsi belum mendapatkan layanan layak?” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Masih Terisolir, Stok Logistik di Aceh Singkil Tersisa Untuk Besok

Dr. Usman juga mengingatkan bahwa mengalihkan persoalan kepada kehebohan di medsos hanya memperlebar jarak kepercayaan antara publik dan pemerintah. Meremehkan suara warga, menurutnya, sama saja dengan menafikan penderitaan mereka.

“Media sosial bukan ruang dramatisasi. Itu adalah kanal darurat tempat masyarakat melaporkan kondisi real-time yang sering tidak tercatat dalam laporan birokrasi,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai narasi bahwa situasi sudah terkendali justru dapat menghambat percepatan penanganan. Pemerintah pusat, menurutnya bisa menjadi kurang terdorong untuk menetapkan status darurat nasional atau mengerahkan bantuan tambahan, padahal pemerintah kabupaten/kota sudah kewalahan menghadapi skala bencana.

Baca juga: Lima Penyebar Hoaks Tsunami Ditangkap, Kepanikan di Pidie Jaya Tewaskan Satu Warga

“Pemimpin penanggulangan bencana semestinya menunjukkan empati, akurasi informasi, dan kepemimpinan yang mendorong solusi, bukan membangun narasi defensif,” tegas Dr. Usman. Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan pengingkaran, tetapi transparansi kondisi, percepatan distribusi bantuan, serta keberanian pemerintah pusat mengakui skala krisis demi menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Dr. Usman menutup pernyataannya dengan menyerukan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat dan sikap terbuka dari semua otoritas agar upaya penanganan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Share
Tulisan Terkait

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Abdya, Ratusan Rumah Terendam

PUNCA.CO – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)...

Banjir Rendam 12 Desa di Aceh Tenggara, 1.324 Jiwa Terdampak

PUNCA.CO – Banjir melanda 12 desa yang tersebar di enam kecamatan di...

Longsor di Aceh Tengah, Satu Anak Meninggal dan 13 Orang Luka-luka

PUNCA.CO – Tanah longsor yang terjadi setelah hujan deras di Kabupaten Aceh...

Capai Rp25,65 Triliun, Anggaran Rehab-Rekon Aceh 92 Persen Dikelola Pusat

PUNCA.CO – Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di Aceh pada 2026...