PUNCA.CO – Banjir masih merendam permukiman warga di Kota Subulussalam setelah luapan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit menggenangi 24 gampong di Kecamatan Sultan Daulat dan Rundeng. Sebanyak 2.245 KK tercatat terdampak, sedangkan 32 KK terpaksa mengungsi.
Berdasarkan laporan Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang disampaikan Haslinda, menyebut banjir yang terjadi dipicu tingginya intensitas hujan di wilayah Subulussalam.
Baca juga: Demo Gen Z di Jerman Berujung Kerusuhan, Toko-Toko Dijarah
Banjir melanda empat gampong di Kecamatan Sultan Daulat, yakni Jabi-Jabi, Sigrun, Namobuaya, dan Suka Maju. Sementara di Kecamatan Rundeng, genangan terjadi di 20 gampong, termasuk Suak Jampak, Sibungke, Panglima Sahman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, dan sejumlah gampong lainnya.
Dampak banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah. ” Data sementara tercatat sebanyak 2.245 unit rumah terdampak,” sebutnya, Minggu (1/11/2026).
Baca juga: Kapal Kayu Bawa 1.086 Karton Rokok Ilegal Dicegat di Perairan Aceh Utara
Sebanyak 32 KK telah mengungsi. Rinciannya, 26 KK dari Gampong Suak Jampak, tiga KK dari Sibuasan, dan tiga KK dari Tualang. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kaji cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi serta mendata dampak banjir.










