PUNCA.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi 65 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 1 Juni 2026.
Dari puluhan titik panas yang terpantau, Kabupaten Aceh Selatan menjadi wilayah dengan sebaran terbanyak, terutama di Kecamatan Trumon dan Trumon Timur. Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Timur, Bireuen, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, serta Kota Subulussalam.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi SIM Banda Aceh, Dedi, mengatakan kemunculan puluhan titik panas tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditindaklanjuti.
Baca juga: Breaking News, Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
“Selain potensi cuaca ekstrem, kami juga mendeteksi 65 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Dedi, Selasa (2/6/2026).
Menurut BMKG, pemantauan dan verifikasi lapangan perlu dilakukan untuk memastikan kondisi titik panas yang terdeteksi satelit. Langkah tersebut penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Di tengah meningkatnya jumlah titik panas, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.
Baca juga: Menuju Jantho sebagai Pusat Peradaban Aceh Masa Kini
Selain mendeteksi titik panas, BMKG turut mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Aceh pada 2 hingga 4 Juni 2026. Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa keberadaan hujan tidak serta-merta menghilangkan risiko kebakaran lahan di daerah yang terdeteksi memiliki hotspot. Karena itu, kewaspadaan dan pengawasan di lapangan tetap perlu ditingkatkan guna mencegah munculnya titik api baru.










