Home Internasional 3.586 Warga Asing Tewas Saat Bertempur untuk Rusia di Ukraina
Internasional

3.586 Warga Asing Tewas Saat Bertempur untuk Rusia di Ukraina

Share
3.586 Warga Asing Tewas Saat Bertempur untuk Rusia di Ukraina
Ilustrasi Perang Rusia dan Ukraina | Dok. pusakaindonesia.id
Share

PUNCA.CO – Sedikitnya 3.586 warga negara asing dari lebih dari 40 negara dilaporkan tewas saat bertempur di pihak Rusia sejak invasi besar-besaran ke Ukraina dimulai. Angka tersebut merupakan hasil investigasi BBC yang menelusuri korban tewas berdasarkan berbagai sumber terbuka.

Dilansir BBC Indonesia (25/7/2026), dari jumlah tersebut, 1.285 korban merupakan petempur asing yang bergabung dengan militer Rusia, sedangkan 2.304 lainnya adalah prajurit Korea Utara yang dikirim ke Rusia berdasarkan perjanjian pertahanan antara Moskow dan Pyongyang.

BBC Rusia bersama media independen Mediazona memverifikasi data korban melalui pengumuman resmi, unggahan media sosial, foto makam, hingga dokumentasi acara peringatan perang. Daftar itu mencakup warga dari Kuba, Amerika Serikat, China, Vietnam, India, Nepal, Polandia, Serbia, Uganda, dan sejumlah negara lainnya.

Baca juga: Kanada, Singapura, dan Brasil Bersiap Melawan Tarif Impor Donald Trump

Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Edson Kamwesigye, warga Uganda berusia 45 tahun.

“Dia meminta saya mendoakannya karena sedang menjalani pelatihan militer dan tidak lama lagi akan dikirim ke garis depan,” kata istrinya, Carolina Mukuza.

Menurut keluarganya, Edson awalnya berangkat ke Rusia karena mengira akan bekerja sebagai petugas keamanan. Sebelumnya, ia pernah bekerja di Irak dan Afghanistan, sebelum kembali ke Uganda dan mencari nafkah sebagai sopir taksi serta bertani. Sepekan setelah memberi kabar kepada istrinya mengenai pelatihan militer yang dijalaninya, Edson dilaporkan tewas di Kupiansk, timur laut Ukraina. Hingga kini, keluarganya masih berupaya memulangkan jenazahnya ke Uganda.

Baca juga: AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA

Investigasi BBC juga menemukan bahwa perekrutan personel asing dilakukan melalui berbagai cara. Selain merekrut sukarelawan yang tergiur imbalan besar, Rusia juga merekrut narapidana dari penjara, termasuk warga negara asing, serta pekerja migran yang mengaku dipaksa atau ditipu untuk menandatangani kontrak militer.

Ketika kebutuhan personel meningkat pada pertengahan 2022, kelompok Wagner lebih dulu menjalankan perekrutan narapidana sebelum akhirnya diambil alih oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Pada 2024, pemerintah Rusia turut meningkatkan insentif finansial bagi calon prajurit, termasuk bonus penandatanganan kontrak hingga US$30.000 dan gaji sekitar US$3.500 per bulan di Moskow.

Selain negara-negara bekas Uni Soviet, perekrutan juga meluas ke Kuba, Nepal, India, Sri Lanka, Yaman, hingga sejumlah negara Afrika. Menurut laporan Reuters dan Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia (FIDH), perekrutan di beberapa negara Afrika juga telah berlangsung.

Baca juga: Gandeng Perguruan Tinggi, Kemenag Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh

Seorang pejabat senior NATO memperkirakan sekitar 24.000 tentara bayaran asing dari 44 negara bertempur bersama Rusia, dengan mayoritas berasal dari Afrika.

“Kemungkinan ada ratusan warga Afrika yang menandatangani kontrak. Sebagian bergabung secara sukarela, sementara yang lain dipaksa,” kata pejabat senior NATO

Meski demikian, jumlah petempur asing masih menjadi bagian kecil dari keseluruhan korban Rusia. Investigasi BBC mencatat hingga kini terdapat 233.033 korban jiwa di pihak Rusia yang telah terverifikasi, sementara warga negara asing, termasuk tentara Korea Utara, menyumbang kurang dari dua persen dari total tersebut.

Baca juga: BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh, Kendaraan Pengerit Gunakan Modus Jeriken

Di sisi lain, Ukraina juga merekrut personel asing melalui Legiun Internasional yang dibentuk setelah invasi Rusia pada Februari 2022. Pemerintah Ukraina menyebut warga dari puluhan negara bergabung dalam berbagai satuan militer, meski hingga kini tidak mempublikasikan jumlah korban tewas warga asing yang bertugas di pihaknya.

Share
Tulisan Terkait

AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA

PUNCA.CO – Amerika Serikat tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam serangan drone...

Wali Nanggroe Aceh Kunjungi Universitas Kazan, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Rusia

PUNCA.CO – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haytar,...