PUNCA.CO – Faisal Ilyas resmi ditunjuk menggantikan Mawardi Nur sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA). Serah terima jabatan berlangsung di Banda Aceh, Senin (10/8/2026), dan dihadiri jajaran Komisaris, Direksi, serta karyawan PT PEMA.
Pergantian pucuk pimpinan tersebut merupakan babak baru bagi perusahaan milik Pemerintah Aceh itu. Faisal kini menghadapi tuntutan untuk membuktikan bahwa kepemimpinannya mampu membawa PT PEMA bergerak lebih agresif, memperkuat tata kelola, sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Aceh.
Diketahui Faisal sendiri bukan wajah baru di lingkungan perusahaan tersebut. Ia telah cukup lama berada dalam jajaran pimpinan PT PEMA, sehingga memiliki pemahaman terhadap kondisi internal dan arah bisnis perusahaan.
Baca juga: Masyarakat Dihimbau Waspada, Prabowo Perintahkan Karhutla Ditangani Maksimal
Justru karena bukan orang baru, ekspektasi terhadap Faisal menjadi lebih besar. Publik kini tidak hanya menunggu rutinitas pergantian kepemimpinan, tetapi juga menanti hasil konkret dari perubahan tersebut.
Selama ini, kinerja PT PEMA masih menjadi sorotan. Sejumlah kritik mempertanyakan sejauh mana perusahaan mampu mengoptimalkan berbagai peluang bisnis yang tersedia dan mengubahnya menjadi kontribusi nyata bagi perekonomian Aceh.
Salah satu indikator yang mendapat perhatian adalah kontribusi dividen PT PEMA kepada Pemerintah Aceh. Selama ini pertumbuhan dividen dinilai masih relatif lambat, dengan peningkatan sekitar lebih kurang Rp1 miliar tiap tahunnya.
Baca juga: Kak Na: TP PKK Aceh Siap Dukung Suksesnya Gelaran Aceh Cullinary Festival 2026
Angka tersebut memunculkan pertanyaan seberapa optimal perusahaan daerah Aceh tersebut mengelola potensi bisnis yang dimilikinya. Karena PT PEMA tidak hanya dituntut untuk bertahan sebagai sebuah badan usaha.
Sebagai perusahaan milik Pemerintah Aceh, kinerjanya juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pendapatan daerah.
Karena itu, pergantian Direktur Utama kali ini membawa beban ekspektasi yang tidak kecil. Faisal Ilyas dituntut tidak hanya melanjutkan apa yang sudah berjalan, tetapi juga mencari terobosan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, memperluas peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan kontribusi kepada Pemerintah Aceh.
Baca juga: Prabowo Resmi Usulkan Destry Damayanti sebagai Calon Tunggal Gubernur BI
Pengalaman Faisal Ilyas di jajaran pimpinan PT PEMA menjadi modal awal dan akan menjadi penilaian terhadap ukuran capaiannya kedepan. Tantangan Faisal Ilyas kini sudah jelas, membuat PT PEMA tidak hanya besar secara nama, tetapi juga besar dalam kontribusi bagi Aceh.









