PUNCA.CO – Bos Telegram Pavel Durov masuk dalam daftar buronan internasional yang diterbitkan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Pendiri aplikasi perpesanan itu dituduh memfasilitasi aktivitas terorisme melalui platform Telegram.
Dilansir CNBC Indonesia (3/8/3026), FSB menyatakan nama Durov telah dimasukkan ke dalam daftar buronan internasional. Namun, lembaga tersebut tidak menjelaskan mekanisme yang digunakan dalam proses pencantuman tersebut.
Reuters juga melaporkan bahwa Organisasi Kepolisian Kriminal Internasional (Interpol) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait langkah yang diambil Rusia.
Baca juga: 7 Prinsip Investasi Warren Buffett agar Terhindar dari Kerugian Permanen
Sumber yang dikutip Reuters mengatakan jika Rusia meminta adanya Red Notice pada Durov kemungkinan prosesnya tidak akan cepat.
Saat ini Durov diketahui berbasis di Dubai, termasuk kantor pusat Telegram yang telah dipindahkan ke kota tersebut. Hubungan yang dekat antara Dubai dan Rusia menjadi perhatian, namun penyerahan Durov kepada Moskow dinilai berpotensi memengaruhi citra Dubai sebagai pusat perusahaan dan teknologi.
Meski demikian, lokasi pasti Durov belum diketahui. Pekan lalu, ia sempat menyampaikan bahwa dirinya berada di Georgia.
Baca juga: AS Selidiki Dugaan Keterlibatan Rusia dalam Serangan Drone Iran ke Fasilitas Rahasia CIA
FSB menuduh Telegram dimanfaatkan oleh mata-mata Ukraina untuk mengatur serangan di wilayah Rusia. Menurut lembaga tersebut, para agen disebut menggunakan chatbot kencan di Telegram bernama Daivinchik/Leo dengan menyamar sebagai perempuan muda.
Modus tersebut, menurut FSB, dilakukan untuk membujuk warga Rusia, khususnya kalangan muda, agar bersedia melakukan berbagai tindak kejahatan, termasuk sabotase dan operasi terorisme.
FSB mengatakan telah menangkap 46 warga Rusia berusia 12 hingga 22 tahun selama setahun terakhir. Mereka mengaku direkrut dengan modus tersebut dan melakukan serangan pada petugas penegak hukum atau membakar infrastruktur transportasi, energi, komunikasi atau keuangan.






