Home Ekonomi Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie
Ekonomi

Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

Share
Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie
Dok. Ist
Share

PUNCA.CO – Kabut pagi yang tebal menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam di Geumpang, Pidie, Aceh. Di kawasan perbukitan ini, lanskap alam tampil memukau dengan lapisan awan yang seolah menggantung rendah.

Momen seperti ini yang menarik perhatian Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, saat berkemah dan menyaksikan langsung keindahan yang kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan Geumpang, Pidie, Aceh. Matahari belum sepenuhnya muncul. Dari depan tenda di Agrowisata Kilonam, Marlina Usman memandang lembah yang tertutup lapisan putih tebal. Udara dingin terasa tajam.

Baca juga: Kak Na Ajak Anak Aceh Lawan Bullying

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh itu seperti berdiri di atas awan. Kabut menggenang di bawah dan menutupi pepohonan.

Marlina atau lebih dikenal Kak Ana tiba di sana bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berkemah untuk menunggu pagi yang berkabut di kawasan itu.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” katanya. Ia mengajak wisatawan datang dan melihat langsung lanskap tersebut.

Baca juga: Kak Na Berbagi Seragam di Sekolah Darurat Pantan Nangka

Kilonam, disebut juga Kilo Nam atau Kilo 6, terletak di tepi jalan lintas Geumpang–Meulaboh, sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Dari Kota Sigli, pusat kota Kabupaten Pidie, jaraknya sekitar 100 kilometer.

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

Baca juga: Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Baca juga: Empat Pelajar Terseret Arus di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas Tiga Hilang

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu utama untuk berkunjung ke sini. Pagi hari, kabut menutup pepohonan sebelum akhirnya menipis. Sore hari, awan kembali turun, cahaya meredup, dan lanskap berubah lembut. Di antara dua waktu itu, pengunjung biasanya memilih diam menikmati suasana atau memotretnya, untuk mengabadikan momen.

Baca juga: Wagub Aceh Sebut Dayah Benteng Utama Generasi Beriman

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00, kabut menghilang. Perbukitan hijau muncul jelas. Pada saat itu, Marlina turun ke air terjun.

Selepas dari sana, ia berkunjung ke area kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya juga ada kolam ikan. Di area itu juga terlihat kebun yang ditanami durian hingga kopi.

Kunjungan rombongan TP PKK Aceh akhir pekan itu menjadi penanda bahwa Kilonam mulai dilirik. Keunggulannya ada pada lanskap alam yang dibiarkan bekerja sendiri: kabut datang dan pergi. Dan pagi, seperti hari itu, memberi waktu bagi siapa saja untuk terpukau dengan keindahan alam Aceh.

Share
Tulisan Terkait

Enam Santri Tewas Terseret Arus Sungai Krueng Cot Kuala

PUNCA.CO – Enam remaja santri asal Dayah Nurul Huda, Gampong Paya Guci,...

Satu Jemaah Haji Aceh Asal Pidie Wafat di Makkah

PUNCA.CO – Seorang jemaah haji asal Pidie yang tergabung dalam kelompok terbang...

Jenguk Dua Warga Lumpuh di Pidie, Marlina Sebut Akan Fasilitasi Pengobatan ke Banda Aceh

PUNCA.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengunjungi dua warga...

Tipu Ratusan Korban Berkedok Rumah Bantuan, Ketua KP2 Aceh Ditangkap

PUNCA.CO – Ketua Komunitas Pecinta Perubahan (KP2) Aceh berinisial MR (38) warga...