PUNCA.CO – Batas konsumsi telur sehari tidak sama untuk setiap orang. Menurut dokter spesialis gizi klinik, jumlah telur yang dapat dikonsumsi perlu disesuaikan dengan kebutuhan protein masing-masing individu.
Dilansir detikHealth (12/9/2026), spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan kebutuhan protein seseorang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jumlah telur yang dikonsumsi. Telur juga dapat menjadi pilihan sumber protein bagi orang yang tidak menyukai atau memiliki pantangan terhadap sumber protein lainnya.
dr Yaze menyampaikan hal tersebut dalam siaran langsung TikTok detikHealth pada Kamis (10/9/2026).
Baca juga: Mualem Respek dengan Cara Mahasiswa USK Unjukrasa
“Kalau ditanya maksimal untuk setiap orang, itu pasti beda-beda. Jadi kalau misalnya beberapa pasien, memang ada yang saya harus hitung juga nih proteinnya,” kata dr Yaze.
Menurut dia, seseorang bisa menjadikan telur sebagai alternatif apabila tidak mengonsumsi sumber protein seperti ayam maupun tahu dan tempe. Pilihan sumber protein lainnya dapat berupa daging, ikan, atau telur.
“Kalau misalnya dia nggak suka makan ayam, terus nggak suka juga tahu tempe, akhirnya kita beralihnya ke daging, telur, atau beralih ke ikan,” terangnya.
Baca juga: Perang Trump dengan Iran Dinilai Mengulang Jejak Konflik Panjang Pascaserangan 9/11
Terkait batas konsumsi telur sehari, dr Yaze menyebut seseorang dalam kondisi tertentu dapat mengonsumsi hingga lima butir telur. Namun, jumlah tersebut tidak berlaku secara mutlak untuk semua orang.
“Jadi, kalau misalnya dibilang maksimal berapa, ya 5 bisa. Tergantung nanti hitungan protein yang dibutuhkan berapa untuk memenuhi target proteinnya orang tersebut,” jelasnya.
Artinya, konsumsi telur perlu disesuaikan dengan target kebutuhan protein harian. Selain itu, kondisi kesehatan juga menjadi faktor penting sebelum seseorang mengonsumsi telur dalam jumlah tersebut.
Baca juga: Terima Demo Mahasiswa USK, Plt Sekda Aceh: Kami Tidak Eksklusif, Komunikasi Terbuka Setiap Saat
dr Yaze menegaskan konsumsi hingga lima butir telur sehari masih dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki gangguan pada ginjal maupun riwayat penyakit ginjal.
“Tapi kalau untuk kamu, memakannya 5 butir pun masih oke, selama tidak ada gangguan di ginjal atau riwayat gangguan ginjal,” tegasnya.







