PUNCA.CO – Banjir merendam 2.013 unit rumah serta sejumlah fasilitas umum di Kota Subulussalam setelah Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap akibat hujan berintensitas tinggi. Sebanyak 1.985 kepala keluarga (KK) masih dalam pendataan sebagai warga terdampak.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengatakan banjir terjadi sejak Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Genangan meluas ke permukiman warga di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
“Akibat tingginya intensitas hujan, Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap hingga ke permukiman penduduk di dua kecamatan tersebut,” berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kota Subulussalam yang diterima BPBA.
Baca juga: Ladang Ganja 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, Empat Orang Ditangkap
Selain rumah warga, banjir turut merendam jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah. Hingga laporan terakhir, air belum surut.
Di Kecamatan Sultan Daulat, banjir berdampak pada warga di Gampong Jabi-Jabi, Sigrun, dan Namobuaya. Sementara di Kecamatan Rundeng, wilayah terdampak meliputi Suak Jampak, Sibungke, Panglima Sahman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, Binanga, Oboh, Kuta Beringin, Siperkas, Lae Mate, Belukur Makmur, Lae Pamualan, Sibuasan, Dah, Mandilam, Tualang, Tanah Tumbuh, dan Kuala Kepeng.
Dalam kejadian tersebut, tiga KK dari Gampong Sibuasan dilaporkan mengungsi. Sementara itu, tidak ada korban jiwa berdasarkan laporan sementara.
Baca juga: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 8 Persen, Bahlil Tegaskan Tak Langgar Kontrak
BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi serta mendata dampak banjir.










