Home Lokal Pengungsi Pidie Jaya Ditargetkan Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan
Lokal

Pengungsi Pidie Jaya Ditargetkan Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan

Sebanyak 773 kepala keluarga di Pidie Jaya mulai dipindahkan ke hunian sementara

Share
Pengungsi Pidie Jaya Ditargetkan Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan
Proses pembangunan Huntara di Pidie Jaya | Foto: Ist
Share

PUNCA.CO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan  hunian sementara (Huntara) di Gampong Manyang Lancok, Kecamatan Mereudu, Pidie Jaya, dapat ditempati sebelum Ramadan.

“Setiap kabupaten dan kota sudah membangun huntara, sebelum puasa ditargetkan seluruh masyarakat yang masih tinggal di tenda, gedung pertemuan, sekolah, tempat ibadah yang diperuntukkan bukan untuk pengungsi akan dipindahkan ke huntara,” katanya, Kamis (22/1/2026).

Suharyanto menambahkan, di Pidie Jaya untuk tahapan pertama sebanyak 773 kepala keluarga dipindahkan ke huntara dari titik pengungsian. Menurutnya hunian sementara itu merupakan tempat lebih layak jika dibandingkan tidur di tenda darurat.

Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

“Masyarakat bisa bertahan di sini (huntara) sambil menunggu hunian tetapnya dibangun. Sehingga bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan tinggal di tenda darurat,” tuturnya.

Suharyanto menyebut, banyak masyarakat terdampak hingga kini masih bertahan di pengungsian atau rumah kerabatnya. Namun, tidak sedikit dari mereka memutuskan untuk pindah ke huntara yang sudah didirikan oleh pemerintah.

“Masyarakat yang sejak awal mengungsi di tempat keluarga besarnya, mereka juga dapat bantuan dana tunggu hunian (DTH) bahkan sebagian besarnya sudah disalurkan,” kata Suharyanto.

Baca juga: Tim SKALA Dukung Strategi Pemulihan Pascabencana Aceh

Ia juga menyatakan, jika dalam satu rumah terdapat lima orang atau dua kepala keluarga. Pemerintah daerah atau bupati diminta untuk membangun dua unit huntara untuk masyarakat terdampak itu supaya tidak berdesakan dalam satu tempat.

Begitupun dengan hunian tetap (Huntap), kata Suharyanto, jika terdapat anak yang sudah menikah dan pisah kartu keluarga supaya diberikan dua huntap untuk korban terdampak tersebut. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak memiliki tanah, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk menyiapkan lahannya.

“Dengan harapan masyarakat yang terdampak bencana khususnya rumah hanyut akibat tergerus air. Pemerintah menyiapkan tanahnya dan BNPB membangun rumah termasuk dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” imbuhnya.

Share
Tulisan Terkait

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 129 Orang, 1.723 Warga Luka-luka

PUNCA.CO – Jumlah korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan...

Terbaru, Korban Meninggal Gempa Flores Kini Capai 105 Orang

PUNCA.CO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memaparkan perkembangan penanganan...

Satelit NASA Detektsi 1.842 Jumlah Titik Panas di Kalimantan

PUNCA.CO – Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat jumlah titik panas Kalteng tertinggi di...

Siswa Seberangi Sungai di Atas Tali, Pemerintah Aceh Desak BNPB Bangun Jembatan

PUNCA.CO – Pemerintah Aceh mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera...