PUNCA.CO – Ancaman bencana hidrometeorologi diperkirakan mulai mengintai wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sejak besok, 11 April hingga 20 April 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, menyebutkan potensi cuaca ekstrem dipicu oleh gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
Baca juga: Mualem Lantik Tiga Pejabat di Lingkungan Pemerintah Aceh
“Adanya shearline dan konvergensi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di Aceh,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan pantauan prakiraan angin pada lapisan 3.000 feet, kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
BMKG menegaskan, kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah daerah.
Baca juga: Pemerintah Aceh Terapkan WFH bagi ASN, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
“Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini perlu diwaspadai karena dapat memicu bencana,” kata Nasrol.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG.
Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk siaga dan melakukan langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak bencana yang mungkin terjadi selama periode cuaca ekstrem tersebut.






