PUNCA.CO – Kebiasaan mengolah makanan dengan suhu tinggi di Indonesia kembali menjadi perhatian karena berpotensi menghasilkan akrilamida, senyawa kimia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Metode memasak seperti menggoreng, memanggang, hingga membakar disebut berkontribusi terhadap terbentuknya zat tersebut.
Akrilamida terbentuk ketika makanan diproses pada suhu di atas 120 derajat Celsius. Senyawa ini muncul dari reaksi antara gula alami dan asam amino dalam bahan pangan, dan dikategorikan sebagai karsinogen potensial yang dapat berdampak pada kesehatan jika terpapar dalam jangka panjang.
Dikutip dari cnbcindonesia.com, Sabtu (2/5/2026), sejumlah makanan sehari-hari yang populer dikonsumsi masyarakat diketahui memiliki potensi kandungan akrilamida yang cukup tinggi.
Baca juga: BMKG Prediksi Puncak El Nino pada Agustus Mendatang
Kelompok pertama adalah gorengan, seperti kentang goreng dan keripik. Proses penggorengan yang lama hingga menghasilkan warna lebih gelap meningkatkan kadar akrilamida dalam makanan tersebut.
Selain itu, biskuit dan kue kering kemasan juga masuk dalam daftar. Produk ini umumnya dipanggang pada suhu tinggi serta mengandung gula rafinasi dan bahan tambahan, yang dapat memicu pembentukan akrilamida.
Roti panggang juga menjadi perhatian, terutama jika dipanggang hingga berwarna cokelat tua. Semakin gelap warna roti, semakin tinggi potensi kandungan akrilamida yang terbentuk.
Baca juga: Kader Partai Aceh Ramai-Ramai Kritisi Kebijakan JKA Terbaru
Tak hanya itu, kopi turut disebut sebagai sumber akrilamida. Senyawa ini muncul selama proses pemanggangan biji kopi, dengan kadar yang bervariasi tergantung tingkat sangrai. Kopi dengan sangrai ringan hingga sedang umumnya memiliki kandungan lebih rendah dibandingkan sangrai gelap.
Sereal sarapan seperti corn flakes juga berpotensi mengandung akrilamida, terutama yang diproses pada suhu tinggi dan memiliki kadar gula tinggi.
Paparan akrilamida dalam jangka panjang dapat merusak sel tubuh, meskipun jumlah yang terbentuk sangat bergantung pada metode pengolahan makanan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara memasak guna menekan risikonya.
Baca juga: Mualem Masuk 5 Besar Gubernur Berkinerja Terbaik Versi Anak Muda
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari memasak makanan hingga gosong, membatasi konsumsi gorengan, serta memilih metode pengolahan yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus.






