PUNCA.CO – Grab Indonesia membeberkan gambaran rata-rata pendapatan mitra pengemudi ojek online dan taksi online di platformnya. Besaran penghasilan disebut bergantung pada jumlah order yang diselesaikan setiap hari serta intensitas kerja para mitra.
Dilansir CNBC Indonesia (10/5/2026), berdasarkan data perusahaan per Desember 2025, pengemudi ojol dengan kategori nafkah utama dapat memperoleh pendapatan di atas Rp10 juta per bulan. Kelompok ini rata-rata menyelesaikan 28 order per hari saat bekerja.
Profil mitra dalam kategori tersebut umumnya merupakan kepala keluarga, tulang punggung keluarga, hingga mantan karyawan atau wirausaha yang beralih profesi menjadi pengemudi online.
Baca juga: Empat Kampung Nelayan Merah Putih di Aceh Tuntas Dibangun, Ini Lokasinya
Sementara itu, mitra dengan penghasilan rutin Rp4 juta hingga Rp10 juta rata-rata menjalankan 15 order per hari. Kelompok ini terdiri dari ibu rumah tangga, pekerja lepas, dan pelaku usaha yang memanfaatkan waktu fleksibel untuk bekerja.
Adapun pengemudi dengan pendapatan tambahan Rp1 juta hingga Rp4 juta biasanya hanya mengambil sekitar enam order per hari. Mereka umumnya memiliki pekerjaan utama dan baru mulai bekerja sebagai driver selama dua hingga empat jam setelah jam kerja selesai.
Kategori penghasilan sesekali di bawah Rp1 juta rata-rata hanya menjalankan empat order per hari dan aktif bekerja pada akhir pekan selama satu hingga dua jam. Kelompok ini antara lain mahasiswa hingga buruh pabrik yang mencari tambahan pemasukan.
Baca juga: Terungkap, Berikut Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih
Untuk pengemudi roda empat atau taksi online, Grab mencatat mitra dengan penghasilan di atas Rp10 juta rata-rata menyelesaikan 11 order per hari. Mereka mayoritas bekerja penuh waktu dan menjadi sumber nafkah utama keluarga.
Sementara penghasilan rutin Rp4 juta hingga Rp10 juta diperoleh driver dengan rata-rata tujuh order per hari. Adapun kategori penghasilan tambahan dan sesekali memiliki pola order yang hampir serupa dengan pengemudi roda dua.
Grab juga mengungkap sebagian besar mitra pengemudi tidak menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan utama. Perusahaan mencatat lebih dari 80% pengemudi roda dua dan 67% pengemudi roda empat merupakan pekerja dengan penghasilan sampingan.
Baca juga: Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg sebagai Pengganti LPG Impor
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan fleksibilitas menjadi alasan banyak orang bergabung sebagai mitra pengemudi.
“Banyak sekali yang seperti itu. Nah, jadi ini kalau dilihat adalah satu fleksibilitas yang diberikan oleh Grab dan untungnya dengan memanfaatkan teknologi,” jelas CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, beberapa saat lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Grab menyebut jumlah mitra terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, jumlah tersebut bukan seluruhnya merupakan pengemudi aktif harian.
Baca juga: Bank Aceh dan USK Jalin Sinergi Untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan Aceh
Perusahaan mencatat sekitar 19% hingga 22% atau sekitar 700 ribu sampai 800 ribu pengemudi tercatat aktif menarik penumpang minimal satu kali dalam satu bulan berjalan.
Neneng menjelaskan aktivitas mitra pengemudi bersifat fluktuatif setiap bulan.
“Kenapa saya enggak bilang satu kali setiap bulan? Karena beda. Jadi, dia bisa tarik satu kali bulan ini, bulan lalu dia nggak pernah narik. Bulan lalunya lagi enggak narik, tiga bulan yang lalu narik sekali. Jadi, kita hitungnya di bulan ini biasanya, makanya ada rentang, biasanya naik turun di setiap bulan yang aktif narik sekali, itu kurang lebih 700 sampai 800 ribu,” jelas Neneng.










