PUNCA.CO – Sebanyak 393 jemaah haji asal Banda Aceh dan Aceh Besar yang tergabung dalam kloter 1 resmi dilepas oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk berangkat ke Tanah Suci, Selasa (5/5/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik jemaah selama menjalankan ibadah haji. Ia
meminta seluruh jemaah untuk mengikhlaskan niat dan fokus beribadah.
“Ikhlaskan hati, fokus beribadah, serta jaga kesehatan selama di Tanah Suci. Semoga semua menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Baca juga: Aceh Dapat 10 Kuota Hajii Tambahan
Ia juga mengingatkan petugas haji agar benar-benar memberikan perhatian penuh kepada jemaah selama pelaksanaan ibadah, tanpa teralihkan oleh hal lain.
“Petugas harus fokus melayani jemaah, jangan sibuk dengan kegiatan lain,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Aceh tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu 4.378 jemaah, tahun ini menjadi 5.426 jemaah. Kloter juga bertambah dari 11 menjadi 14,” jelasnya.
Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Haji Aceh, Biaya Tetap dan Pelayanan Ditingkatkan
Dari total 393 jemaah kloter 1, sebanyak 293 orang berasal dari Banda Aceh dan 100 orang dari Aceh Besar. Jemaah termuda pada kloter ini adalah Maisya Alkhansa Mukammil (19) asal Banda Aceh, sedangkan yang tertua Tihawa (88) dari Aceh Besar.
Seluruh jemaah haji Aceh tahun ini akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda secara bertahap mulai 6 Mei 2026 menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Selama di Arab Saudi, jemaah Aceh akan ditempatkan di Sektor 6 wilayah Jarwal, Mekkah, dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram. Untuk menunjang mobilitas, pemerintah menyediakan bus shalawat yang beroperasi 24 jam.










