PUNCA.CO – Pemerintah memastikan sumber pembiayaan gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak berasal dari anggaran baru. Dana tersebut diambil dari sisa alokasi program yang belum sepenuhnya digunakan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, masih terdapat dana tersisa karena proses pembentukan koperasi belum rampung di seluruh wilayah. Sisa anggaran itu kemudian dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan awal, termasuk pembayaran gaji para manajer.
Dilansir dari cnnindonesia.com, ia mengatakan, “Skemanya kita akan alokasinya di beberapa kementerian/lembaga yang terkait. Gini, itu kan Kopdes Merah Putih kan setahunnya dijatahkan beberapa, itu belum terbentuk semua kan. Di situ masih ada lebih uang yang bisa dipakai ke situ untuk sementara.”
Baca juga: Wagub Aceh Buka Rapat Konsolidasi Satgas Kopdes Merah Putih
Menurutnya, langkah ini tidak menambah beban anggaran negara. Pemerintah hanya mengoptimalkan dana yang sebelumnya sudah disiapkan untuk percepatan program koperasi tersebut.
Purbaya menegaskan, “Uangnya ada. Jadi bukan nambah anggarannya, tapi memang belum semua terbentuk sehingga masih ada sisa.”
Ia menyebut skema tersebut akan digunakan untuk membayar gaji sekitar 30 ribu manajer selama masa awal penugasan, yang diperkirakan berlangsung dua tahun. Namun, ia belum merinci total anggaran maupun besaran gaji yang akan diterima.
Baca juga: Pembentukan Kopdes di Aceh Tetap Mengacu pada Qanun Syariat
Di sisi lain, Purbaya mengakui belum mendapatkan laporan lengkap terkait perkembangan pembiayaan program tersebut. Ia bahkan berkelakar akan menegur jajarannya karena keterlambatan penyampaian informasi.
“Sebelumnya anak buah saya enggak lapor saya, jadi saya enggak tahu. Jadi saya maaf, emang suka begitu di sini banyak rapat sana rapat sini enggak lapor. Besok-besok gue pecat.” ujarnya.
Meski skema pendanaan mulai jelas, status kepegawaian para manajer Kopdes Merah Putih masih belum dipastikan. Pemerintah masih mengkaji apakah mereka akan berada di bawah badan usaha milik negara (BUMN) atau dialihkan ke Kementerian Koperasi setelah masa awal penugasan.
Baca juga: Kopdes Merah Putih Diluncurkan di Aceh, Harap Dapat Cegah Praktik Rentenir dan Pinjol
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pembayaran gaji akan disalurkan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun saat itu, sumber dana belum dijelaskan secara rinci.
Program tersebut menjadi sorotan karena melibatkan rekrutmen besar-besaran. Pemerintah membuka 35.476 formasi, terdiri dari 30 ribu manajer Kopdes Merah Putih dan 5.476 pegawai Kampung Nelayan Merah Putih.
Minat masyarakat tercatat tinggi. Sebanyak 639.732 orang mendaftar, dengan 483.648 pelamar lolos seleksi administrasi. Saat ini, para peserta tengah mengikuti tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di 72 lokasi.
Baca juga: Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha
Rencananya, peserta yang lolos akan berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Nusantara selama dua tahun pertama. Setelah itu, mereka akan dialihkan menjadi pengelola koperasi di desa dan kelurahan masing-masing.









