PUNCA.CO – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,9 mengguncang wilayah pesisir barat Aceh pada Rabu (17/6/2026) sore. Meski getarannya dirasakan hingga Banda Aceh dan Aceh Jaya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan belum ada laporan kerusakan maupun gempa susulan.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 16.44 WIB dengan episenter berada di laut, sekitar 85 kilometer barat Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Gempa terletak pada koordinat 5,18 derajat Lintang Utara dan 94,84 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 19 kilometer.
Baca juga: 784 Jemaah Haji Aceh Telah Kembali, Ribuan Lainnya Masih Menunggu Pemulangan
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang dipicu aktivitas patahan bawah laut atau submarine faulting.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas patahan bawah laut,” kata Andi.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Aceh Jaya dan Kota Banda Aceh. Namun hingga beberapa menit setelah kejadian, belum ada laporan dampak kerusakan bangunan maupun korban.
Baca juga: 210 Perserta Ikuti Turnamen Catur dan E-sports di Universitas Teuku Umar
“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” ujarnya.
BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik pascagempa. Hingga pukul 16.59 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya gempa susulan atau aftershock.
“Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan,” kata Andi.
Baca juga: Buka Pintu Istana untuk Aspirasi Mahasiswa, Projo Apresiasi Wapres Gibran
Meski tidak menimbulkan kerusakan, gempa ini kembali mengingatkan tingginya aktivitas kegempaan di wilayah Aceh yang berada di jalur pertemuan lempeng aktif dan dekat dengan zona subduksi.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta hanya mengakses informasi resmi terkait perkembangan gempa.
“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Andi.










