PUNCA.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mematangkan pelaksanaan 10 paket pekerjaan penanganan jalan kabupaten yang akan dikerjakan pada 2026. Pemerintah daerah menekankan agar seluruh proyek tersebut tidak hanya selesai sesuai jadwal, tetapi juga menghasilkan infrastruktur jalan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan (Pre Construction Meeting) bersama kontraktor dan konsultan pengawas di Aula Dinas PUPR Aceh Besar, Kamis (16/7/2026).
Syukri meminta para pelaksana pekerjaan menjaga kualitas pembangunan sesuai kontrak dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Menurutnya, pembangunan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan perekonomian daerah.
Baca juga: Argentina Bakal Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Inggris 2-1
“Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan baik, sesuai aturan, berkualitas, dan selesai tepat waktu,” ujar Syukri.
Ia mengingatkan, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah menjadi perhatian publik sehingga seluruh pihak yang terlibat harus bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
“Jangan hanya mengejar selesai, tetapi pastikan mutu pekerjaan tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Besar Ir Syahrial Amanullah ST menjelaskan, 10 paket pekerjaan tersebut merupakan program rehabilitasi dan rekonstruksi jalan kabupaten yang berada di bawah Bidang Bina Marga. Pekerjaan itu terdiri dari dua paket yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan delapan paket dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Baca juga: Purbaya Pastikan Penyelesaian KCIC Disiapkan Tanpa Harus Mengandalkan APBN
“Seluruh paket sudah melalui tahapan tender dan penandatanganan kontrak. Selanjutnya pekerjaan akan segera dilaksanakan di sejumlah wilayah Aceh Besar,” kata Syahrial.
Ia menyebutkan, penanganan jalan tersebut mencakup sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Pulo Aceh. Karena itu, pihaknya meminta kontraktor membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan, perangkat gampong, dan masyarakat agar proses pekerjaan berjalan lancar.
Syahrial berharap peningkatan infrastruktur jalan tersebut dapat memperbaiki akses masyarakat, memperlancar mobilitas antarwilayah, serta mendukung kegiatan ekonomi warga.








