PUNCA.CO – Serangan drone Arab Saudi kembali terjadi setelah sejumlah pesawat nirawak yang diluncurkan dari wilayah Irak menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur, Selasa waktu setempat. Sistem pertahanan udara kerajaan mendeteksi ancaman tersebut dan menyatakan seluruh drone berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan itu sebagai insiden kedua yang menyasar sektor minyak dalam kurun waktu kurang dari dua hari. Rentetan serangan tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Irak agar memastikan wilayahnya tidak digunakan sebagai titik peluncuran serangan ke negara tetangga.
Dilansir CNBC Indonesia (29/7/2026), Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan drone tersebut diluncurkan oleh kelompok milisi Irak yang didukung Iran.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Serukan Hizbullah Terus Lawan Israel
“Arab Saudi memiliki hak sah untuk membela diri serta melindungi kemampuan nasionalnya, dan berhak memberikan tanggapan pada waktu dan tempat yang tepat,” kata al-Maliki.
Insiden tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik antara Iran dan Arab Saudi yang membahas penyelesaian persoalan Selat Hormuz. Pembicaraan itu berlangsung ketika Teheran masih berada dalam situasi perang dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Iran juga melakukan pembahasan dengan Oman terkait negosiasi mengenai “kepemilikan” jalur perdagangan energi dunia tersebut.
Menanggapi peristiwa itu, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memerintahkan penyelidikan menyeluruh. Ia menegaskan pemerintah Irak tidak akan membiarkan wilayah negaranya dimanfaatkan untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.
Baca juga: Iran Peringatkan AS Soal Pulau Kharg di Tengah Ancaman Operasi Militer Trump
“Kami tidak akan membiarkan wilayah Irak digunakan untuk melakukan serangan terhadap negara-negara tetangga,” tegas Ali al-Zaidi.
Provinsi Timur merupakan kawasan strategis bagi industri minyak Arab Saudi karena menjadi lokasi sebagian besar fasilitas produksi dan ekspor minyak kerajaan. Wilayah tersebut telah berulang kali menjadi sasaran serangan drone maupun rudal seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selama ini, Arab Saudi kerap menuding kelompok-kelompok yang didukung Iran berada di balik berbagai serangan terhadap fasilitas energinya. Sementara itu, Teheran secara konsisten membantah terlibat dalam serangan yang menyasar wilayah kerajaan tersebut.







