Home Nasional BRIN Ungkap Potensi 89 Ribu Ton Uranium Indonesia untuk PLTN
Nasional

BRIN Ungkap Potensi 89 Ribu Ton Uranium Indonesia untuk PLTN

Share
BRIN Ungkap Potensi 89 Ribu Ton Uranium Indonesia untuk PLTN
Ilustrasi Uranium | Dok. robotitus.com
Share

PUNCA.CO – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap potensi uranium Indonesia yang mencapai sekitar 89 ribu ton untuk mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Paparan mengenai teknologi nuklir tersebut disampaikan Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri saat Presiden RI Prabowo Subianto mengunjungi booth teknologi nuklir. Presiden didampingi Kepala BRIN Arif Satria serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Dilansir CNBC Indonesia (7/8/2026), Syaiful menjelaskan teknologi yang dikembangkan BRIN mencakup pemanfaatan nuklir untuk sektor energi maupun non-energi, termasuk pangan dan kesehatan.

Baca juga: Prabowo Ajak Jajaran Bangun Kepemimpinan Berbasis Fakta

“Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non – energi terkait pangan dan kesehatan,” kata Syaiful.

Dalam pemaparannya, Syaiful menyebut uranium Indonesia memiliki potensi sekitar 89 ribu ton. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi thorium yang diperkirakan mencapai 143 ribu ton.

“Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, thorium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60% kemudian mineral ikutan dari radio aktif, …,” katanya.

Baca juga: Kapolresta Banda Aceh Kombes Andi Kirana Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Namun, Syaiful tidak melanjutkan penjelasan menggunakan mikrofon sehingga bagian berikutnya dari pemaparannya tidak terdengar.

Selain teknologi nuklir BRIN, lembaga tersebut turut memamerkan sejumlah inovasi energi lainnya. Salah satunya teknologi alternatif energi Compressed Natural Gas (CNG) yang dirancang untuk menampung gas hingga tekanan 30 bar.

BRIN juga memaparkan inovasi biofuel dan bioetanol yang ditujukan untuk mendukung implementasi B50. Bahan bakunya berasal dari sejumlah komoditas, yakni sawit, sorgum, dan aren.

Share
Tulisan Terkait

Prabowo Ungkap Temuan Cadangan Emas Raksasa di Pegunungan Papua

PUNCA.CO – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap adanya temuan cadangan emas Papua...