PUNCA.CO – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara mengenai sejumlah isu yang beredar di publik, termasuk kabar terkait surat presiden (surpres) pergantian Kapolri dan pengajuan calon definitif Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menanggapi isu yang beredar di publik berkenaan dengan Surpres, Prasetyo menegaskan, hingga saat ini tidak ada atau belum ada Surpres mengenai dengan pergantian Kapolri.
“Yang pertama, menanggapi yang beredar di publik berkenaan dengan masalah Surpres pergantian Kapolri, perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini tidak ada atau belum ada Surpres pergantian Kapolri,” ujar Mensesneg, dalam Konferensi Pers, Jum’at (7/8/2026).
Baca juga:Â Ketua DWP Kalimantan Selatan Berkunjung ke Aceh dan Nikmati Kuliner Khas Aceh
Selain isu pergantian Kapolri, Prasetyo juga memberikan penjelasan mengenai kabar pengajuan calon definitif Gubernur BI. Ia memastikan hingga saat ini belum ada surpres yang dikirim Prabowo Subianto kepada DPR terkait pengajuan calon tersebut.
“Yang kedua, Kalau pertanyaannya berkaitan dengan surpres pengajuan calon definitif gubernur Bank Indonesia, sampai hari ini juga belum ada surpres dari Bapak Presiden yang dikirim ke DPR berkenaan dengan hal tersebut,” ungkapnya.
Menurut Prasetyo, Prabowo dalam beberapa waktu terakhir terus melakukan komunikasi dan meminta berbagai masukan sebelum menentukan calon definitif Gubernur BI.
Baca juga:Â BGN Proses Pemberhentian Tidak Hormat 66 Kepala SPPG
Prabowo, kata Prasetyo, banyak berdiskusi dan menerima pendapat sebagai bagian dari proses pertimbangan sebelum nantinya mengajukan calon Gubernur BI kepada DPR sesuai dengan mekanisme yang telah diatur. Prasetyo menegaskan, sampai saat ini belum terdapat keputusan final maupun surpres terkait pengajuan calon definitif Gubernur BI.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah nama yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo. Salah satunya adalah Pjs Gubernur BI Destry Damayanti.
Namun, selain Destry, terdapat sejumlah nama lain yang turut dipertimbangkan Prabowo. Bahkan, Prasetyo mengakui terdapat nama yang sudah dipanggil langsung oleh Presiden Prabowo.










