Home Ekonomi Pemerintah Aceh dan USK Kaji Pemanfaatan Pasir dan Lumpur Bencana untuk Bata Ringan
Ekonomi

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Pemanfaatan Pasir dan Lumpur Bencana untuk Bata Ringan

Share
Pemerintah Aceh dan USK Kaji Pemanfaatan Pasir dan Lumpur Bencana untuk Bata Ringan
Dok. Pemprov Aceh
Share

PUNCA.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memuji inovasi Tim Riset Universitas Syiah Kuala (USK) yang memanfaatkan lumpur dan pasir pascabencana hidrometeorologi sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick.

“Sangat positif. Pemerintah Aceh sangat mendukung,” kata Gubernur Mualem sebagaimana disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (13/8/2026).

“Gubernur Mualem sangat mengharapkan hasil penelitian USK bernilai manfaat bagi Aceh,” lanjut Nurlis.

Baca juga: Rp 2,5 Triliun Dana Kementan untuk Bencana, Pemerintah Aceh kelola Rp 9,7 Miliar

Gubernur Mualem, kata Nurlis, menilai inovasi tersebut menjadi peluang untuk mengubah material yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi produk konstruksi bernilai guna dan ekonomi.

“Pemerintah Aceh melihat inovasi ini sejalan dengan kebutuhan percepatan pemulihan pascabencana di Aceh,” kata Nurlis.

Perhatian Gubernur Mualem tersebut, kata Nurlis, telah mendorong Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, menggerakkan jajarannya untuk memfasilitasi tim USK dalam mengembangkan penelitian tersebut.

Baca juga: Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil

Sehingga digelar rapat khusus membahas inovasi tersebut di Ruang Potda II Kantor Gubernur Aceh, Selasa (11 Agutus 2026).

“Poinnya adalah pemanfaatan lumpur dan pasir hasil sedimentasi bencana hidrometeorologi sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, yang bertindak sebagai pemimpin rapat.

Tim Riset USK yang sekaligus ahli beton ringan, Prof Dr Ir Abdullah yang hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan bahwa bata ringan memiliki keunggulan dari sisi bobotnya yang lebih ringan, sehingga berpotensi digunakan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah yang sulit dijangkau.

Baca juga: Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

Abdulah menambahkan, material yang ringan memudahkan pengangkutan ke wilayah pelosok. Ia menyebutkan, salah satu potensi pemanfaatannya adalah untuk jaringan irigasi dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Pemanfaatan lumpur dan pasir juga berpotensi menjaga ekosistem karena dapat mengurangi kebutuhan pengambilan tanah liat dari alam sebagai bahan baku batu bata,” kata Guru Besar USK ini lagi.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Aceh (Balai Jakon), Indra Suhada, menyambut baik usulan pemanfaatan lumpur dan pasir tersebut menjadi bata ringan yang dikenal sebagai Aceh Brick.

Baca juga: Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan, SBA Tambah Pasokan Semen Andalas

“Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai material alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan standar yang berlaku,” kata Indra.

Indra menambahkan, Balai Jakon menyiapkan dukungan melalui kegiatan pembinaan/percontohan dan pelatihan kelompok masyarakat dalam memproduksi bata ringan.

Sedangkan Pemerintah Aceh, kata Robby, menginginkan pemanfaatan material bencana harus didasarkan pada hasil uji teknis dan kelayakan material.

Baca juga: Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa

“Sebab, setiap lokasi memiliki karakteristik sedimen yang dapat berbeda, sehingga perlu dilakukan penilaian untuk memastikan material yang digunakan memenuhi persyaratan teknis,” katanya.

Robby mengatakan bahwa USK dan Balai Jakon akan melakukan penilaian bersama terhadap peluang kerja sama dan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan bata ringan.

Ia mengatakan tindak lanjut dari rapat tersebut adalah penilaian teknis dan peluang kerja sama, penyiapan model produksi yang dapat diterapkan oleh kelompok masyarakat, pembinaan dan pelatihan masyarakat terdampak, penyiapan lokasi percontohan, pengkajian pemanfaatan Aceh Brick sebagai material rehabilitasi dan rekonstruksi, dan pengembangan pemanfaatan dalam program rehab-rekon 2026–2028.

Baca juga: Kebocoran Minyak Hanguskan Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur

Pemerintah Aceh melihat pengembangan Aceh Brick memiliki manfaat strategis, yaitu mempercepat pembersihan lumpur dan pasir/sedimen pascabencana, ⁠menghasilkan material alternatif untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, dan ⁠menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Dengan demikian, pemanfaatan material bencana ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pendekatan pemulihan yang berbasis ekonomi masyarakat dan berkelanjutan.

Kendati demikian, sebelum Aceh Brick digunakan secara luas dalam pekerjaan pemerintah, produknya perlu melalui tahapan uji mutu, pengujian lapangan, pemenuhan standar teknis, dan pembuktian kinerja, sehingga penggunaannya aman dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Kejar hingga Tol Sumut, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Moge Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar

“Kita ingin mengubah material yang sebelumnya menjadi persoalan bencana menjadi sumber solusi. Lumpur dibersihkan, diolah menjadi material bangunan, masyarakat mendapatkan pekerjaan, dan hasilnya dapat kembali dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan Aceh,” kata Robby.[]

Share
Tulisan Terkait

Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon, Mendagri Tekankan Pentingnya Publikasi

PUNCA.CO – Fase transisi darurat pemulihan bencana hidrometeorologi Aceh berakhir pada 28...

Transisi Darurat Berakhir, Mualem dan Forkopimda Akan Tetapkan Status Baru

PUNCA.CO – Provinsi Aceh saat ini sedang berada pada titik akhir fase...

Sebanyak Rp58,9 Triliun Anggaran Digodok untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

PUNCA.CO– Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp58,97 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi...

Penanganan Bencana Aceh Menunjukkan Tren Positif, Huntara Capai 99 Persen

PUNCA.CO – Perkembangan terbaru penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh menunjukkan tren positif....