Home Lokal BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh 1–3 September
Lokal

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh 1–3 September

Share
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Aceh 1–3 September
ilustasi | Foto: net
Share

PUNCA.CO – Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi mengalami perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang terjadi pada periode Selasa hingga Kamis awal September ini.

Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Angga Dirta, mengatakan kondisi atmosfer saat ini mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh.

“Cuaca di Aceh dalam beberapa hari ke depan perlu diwaspadai, terutama potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang,” kata Angga Dirta, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Dari Sampah Jadi Rupiah, Banda Aceh Dorong Ekonomi Hijau

Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, pada Selasa (1/9/2026) belum terdapat wilayah yang masuk kategori berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Namun, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.

Potensi cuaca signifikan diprakirakan meningkat pada Rabu (2/9/2026). Hampir seluruh wilayah Aceh berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

Baca juga: Pemprov Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla Selama 30 Hari

Sementara pada Kamis (3/9/2026), potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, Pidie, dan Nagan Raya.

Angga menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang mendukung peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di Aceh.

Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera turut berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah pasokan uap air di atmosfer.

Baca juga: Polisi Telusuri Lokasi Penemuan Dugaan Tulang Belulang Manusia yang Viral di Media Sosial

“Kondisi atmosfer tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Hujan lebat juga berpotensi menyebabkan dampak seperti genangan, banjir, serta tanah longsor di wilayah rawan.

Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG juga mencatat adanya 44 titik panas di Aceh. Titik panas tersebut terpantau di Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Lhokseumawe, dan Subulussalam.

Share
Tulisan Terkait

Aceh Siaga Bencana, Pemda Diminta Aktifkan Posko 24 Jam Hadapi Cuaca Ekstrem

PUNCA.CO – Pemerintah Aceh menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah...

Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, BMKG Minta Nelayan Waspada

PUNCA.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh Besar...