PUNCA.CO – Pemerintah Aceh mulai mempersiapkan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-32 Tahun 2028 setelah ditetapkan sebagai tuan rumah oleh Kementerian Agama.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Misran Fuadi mengatakan, penetapan Aceh sebagai tuan rumah telah diterima melalui surat keputusan Menteri Agama. Keputusan tersebut menjadi dasar bagi Aceh untuk mulai menyusun persiapan penyelenggaraan.
“Kita sudah menerima surat putusan dari Menteri Agama, Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-32 nanti di 2028,” ujar Misran, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: 306 Masjid dan Musala di Aceh Dapat Bantuan Rp11,6 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Ia mengatakan, Pemerintah Aceh telah melaporkan penetapan tersebut kepada Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah Aceh untuk memastikan dukungan anggaran dan persiapan lainnya dapat dilakukan sejak awal.
Menurut Misran, persiapan MTQ Nasional 2028 akan mencakup pembentukan kepanitiaan, penyusunan kebutuhan anggaran, kesiapan lokasi, hingga akomodasi bagi peserta dan dewan hakim.
“Detailnya belum, kita fokuskan pada MTQ di Semarang dulu, setelah itu baru kita rapatkan kembali hal-hal yang dibutuhkan, termasuk kepanitiaan dan perhitungan anggaran,” katanya.
Baca juga: Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang
Ia menjelaskan, penyelenggaraan MTQ Nasional tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sebagai agenda nasional, pemerintah pusat juga memiliki bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“MTQ Nasional tidak semua ditangani oleh daerah, ada porsi tanggung jawab juga yang ditangani oleh nasional,” ujarnya.
Untuk kesiapan awal, DSI Aceh telah melakukan pemetaan sejumlah kebutuhan, termasuk pendataan hotel untuk penempatan kafilah dan dewan hakim.
Baca juga: Awas, Sesak Napas Saat Naik Tangga Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung
“Tempat sudah kita presentasikan dan hotel-hotel juga sudah kita data penempatan kafilah dan dewan hakim,” kata Misran.
Saat ini, DSI Aceh masih memprioritaskan persiapan kafilah Aceh yang akan mengikuti MTQ Nasional di Semarang. Setelah agenda tersebut selesai, pembahasan persiapan sebagai tuan rumah MTQ 2028 akan dilanjutkan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Aceh memiliki waktu sekitar dua tahun untuk memastikan seluruh persiapan berjalan matang agar pelaksanaan MTQ Nasional 2028 dapat berlangsung sesuai standar agenda nasional.










