Home Nasional Antrean BBM Makin Padat, Pemprov Sulsel Berlakukan Ganjil Genap
Nasional

Antrean BBM Makin Padat, Pemprov Sulsel Berlakukan Ganjil Genap

Share
Antrean BBM Makin Padat, Pemprov Sulsel Berlakukan Ganjil Genap
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu SPBU di Kota Makassar. | Dok. journalistindependent.com
Share

PUNCA.CO – Antrean BBM Sulsel kembali terjadi di sejumlah SPBU pada Minggu (13/9/2026). Di beberapa titik, antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar 300 meter hingga meluber ke badan jalan.

Dilansir iNews.id (14/9/2026), kondisi tersebut terlihat di Kota Makassar sejak dini hari. Kendaraan yang mengantre tidak hanya truk dan bus, tetapi juga sepeda motor serta mobil pribadi.

Untuk mengatasi kepadatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menerapkan sistem ganjil genap berdasarkan nomor polisi kendaraan. Aturan ini berlaku mulai 13 hingga 20 September 2026.

Baca juga: Pemerintah Aceh Serahkan Bantuan Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

Dalam kebijakan tersebut, kendaraan dengan nomor pelat ganjil hanya dilayani pada tanggal ganjil. Sebaliknya, kendaraan dengan nomor pelat genap mendapat layanan pengisian BBM pada tanggal genap.

Pemprov Sulsel juga meminta Pertamina memperpanjang jam operasional SPBU. Untuk SPBU yang beroperasi selama 24 jam, seluruh fasilitas pengisian diminta dioptimalkan agar dapat melayani masyarakat.

Selain itu, pemerintah meminta penambahan armada mobil tangki untuk memperlancar distribusi BBM menuju SPBU. Langkah tersebut dilakukan setelah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menemukan sejumlah SPBU belum mengoperasikan seluruh nozzle secara optimal.

Baca juga: Wagub Dek Fadh Hadiri Kenduri Maulid di Kaye Jatoe

Di tengah antrean, sejumlah warga menyebut kondisi tersebut terjadi karena kebutuhan BBM untuk beraktivitas, bukan akibat panic buying. Mereka tetap mengantre lantaran persediaan bahan bakar kendaraan mulai menipis.

Pengemudi ojek online (ojol) Malik mengatakan dirinya membutuhkan BBM untuk bekerja. Ia juga mempertanyakan dampak penerapan sistem ganjil genap bagi pengendara yang hanya memiliki satu kendaraan.

“Kemarin lebih parah lagi. Bagaimana ini (penerapan ganjil genap) motor cuma satu tidak punya yang lain lagi,” kata Malik.

Baca juga: Muda Seudang Tolak Pembangunan Brigif dan Yonif TP di Pante Ceureumen Aceh Barat

Keluhan serupa disampaikan M Risal, penjual sayur yang menggunakan mobil pikap. Daeng Tayang, pengendara sepeda motor, juga menyampaikan kondisi yang sama.

Risal mengaku sudah mengantre sejak subuh dan khawatir pembatasan berdasarkan nomor polisi menghambat aktivitasnya mencari penghasilan.

“Saya sudah dari subuh ini. (Kalau ganjil genap) diterapkan, tidak bisa kerja kita. Mestinya pemerintah bagaimana memerhatikan rakyat kecil, jangan kita dibikin susah begini,” ucap Risal.

Baca juga: Mualem Intruksikan Percepat Penyediaan Lahan Integrasi dan Penataan HGU

Selain ganjil genap, pembatasan pengisian BBM bersubsidi juga diberlakukan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Di Makassar, Pertalite dibatasi maksimal Rp50.000 untuk sepeda motor dan Rp300.000 untuk mobil.

Sementara di Luwu Utara, batas pengisian Pertalite ditetapkan maksimal Rp35.000 untuk sepeda motor dan Rp200.000 untuk mobil.

Pemprov Sulsel berharap kombinasi sistem ganjil genap, pengawasan distribusi, dan optimalisasi pelayanan SPBU dapat segera mengurangi antrean BBM Sulsel.

Baca juga: Di Forum DPD-RI, Dek Fadh: Keberlanjutan Dana Otsus Jadi Solusi Perkuat Pembangunan dan Pemulihan Aceh

Kebijakan tersebut akan dievaluasi setelah berjalan selama satu pekan. Evaluasi mempertimbangkan kondisi antrean, ketersediaan stok, serta distribusi BBM di lapangan.

Share