PUNCA.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menambah sembilan guru besar. Dengan pengukuhan tersebut, jumlah profesor di kampus itu kini mencapai 65 orang, meningkat signifikan dibandingkan 2022 yang hanya berjumlah 22 profesor.
Sembilan guru besar itu dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Angkatan VIII di Auditorium Prof Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry, Selasa (22/9/2026).
Pengukuhan dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA yang diwakili Staf Ahli Menteri Agama Dr Faisal Ali Hasyim SE MSi CA CSEP QIA CGCAE. Prosesi tersebut turut disaksikan pimpinan dan anggota senat serta para wakil rektor UIN Ar-Raniry.
Baca juga: Soal Target 40 Kursi, Muda Seudang Dorong Partai Aceh Maksimalisasi Hasil Rapim
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, mengatakan pertumbuhan jumlah guru besar menunjukkan percepatan pengembangan sumber daya manusia unggul di lingkungan kampus.
“Jika tahun 2022, UIN Ar-Raniry baru mempunyai 22 orang profesor, maka di tahun 2026, akhir masa jabatan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2022-2026 menjadi 65 orang, tumbuh melonjak hampir 200 persen,” kata Yasir dalam laporannya.
Dalam arahan Menteri Agama yang dibacakan Faisal Ali Hasyim, pengukuhan guru besar tidak boleh dimaknai sebatas seremoni akademik ataupun penambahan jumlah profesor.
Baca juga: Jembatan Krung Tingkem Kuta Blang Mulai Beroperasi, Pemerintah Aceh Beri Apresiasi
Kamaruddin menyebut gelar profesor sebagai amanah keilmuan, moral, dan peradaban yang diikuti tanggung jawab lebih besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, membimbing generasi serta memberikan solusi atas persoalan masyarakat.
“Guru besar adalah amanah keilmuan, amanah moral dan amanah peradaban,” demikian arahan Kamaruddin yang dibacakan Faisal.
Kamaruddin juga berharap sembilan guru besar yang dikukuhkan menjadi energi baru bagi UIN Ar-Raniry dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berkarakter serta memiliki reputasi internasional.
Baca juga: Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak
Para profesor didorong memperkuat tradisi akademik, menghasilkan riset berkualitas, membangun jejaring internasional dan melahirkan gagasan yang mendukung transformasi UIN Ar-Raniry menuju World Class University.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengatakan pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus mempersiapkan kampus menghadapi tantangan ke depan.
“Guru besar bukan hanya gelar akademik. Ia adalah tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu, menghasilkan karya, membimbing generasi, menjaga integritas akademik dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Mujiburrahman.
Baca juga: Aceh Peringkat 4 MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta
Ia menegaskan pengukuhan guru besar bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Menurutnya, semakin tinggi kedudukan akademik seseorang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjadikan ilmu sebagai sumber kemaslahatan.
Para guru besar juga diharapkan berperan dalam membimbing mahasiswa agar mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif, terutama di tengah perkembangan teknologi dan tantangan global.
Sembilan guru besar yang dikukuhkan dalam Angkatan VIII tersebut yakni Prof Dr Inayatillah SAg MAg sebagai Guru Besar bidang Sejarah Peradaban Islam; Prof Dra Juwaini MAg PhD bidang Filsafat Islam Klasik; Prof Dr Muhammad Nasir MHum bidang Sastra Inggris; dan Prof Dr Sri Rahmi MA bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam.
Baca juga: Aiyub Abbas; Pembahasan UUPA Dikawal Bersama
Selanjutnya Prof Dr Muji Mulia SAg MAg bidang Pemikiran Politik Islam Kontemporer; Prof Dr Fuadi Mardatillah MA bidang Filsafat Pendidikan Islam; Prof Dr Fakhri SSos MA bidang Komunikasi Dakwah; Prof Dr EMK Alidar SAg MHum bidang Hukum Perdata; serta Prof Dr Ismail Anshari MA bidang Inovasi Pengajaran.










