PUNCA.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya menghanguskan sekitar 17 hektare lahan. Kebakaran ini terjadi sejak Jumat (29/5/2026) hingga hari ini.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, mengatakan kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.
Kondisi kini, petugas masih mewaspadai potensi meluasnya kebakaran akibat cuaca panas dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Baca juga: Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Kebakaran di USK, Kerugian Capai Rp20 Miliar
” Saat ini kondisi cuaca panas dan angin kencang masih menjadi faktor yang berpotensi memperluas area kebakaran,” kata Haslinda, Minggu (31/5/2026).
Meski menghanguskan lahan dalam area yang cukup luas, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak dalam peristiwa tersebut. BPBD juga memastikan tidak ada pengungsi akibat kejadian itu. Namun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Untuk mengendalikan api, BPBD Kabupaten Nagan Raya mengerahkan dua unit mesin pompa air dan armada pemadam kebakaran ke lokasi. Upaya pemadaman turut melibatkan personel TNI, Polri, relawan Emergency Response and Preparedness Association (ERPA), serta masyarakat setempat.
Baca juga: Diduga Bentrok Antar Mahasiswa Jadi Penyebab Kebakaran Laboratorium Pertanian USK
Haslinda mengatakan tim gabungan terus melakukan pemantauan di lokasi guna mencegah munculnya titik api baru. BPBA juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang mendukung terjadinya penyebaran api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca saat ini cukup berisiko sehingga kebakaran dapat dengan cepat meluas ke area lain,” ujarnya.






