PUNCA.CO – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mencatat tiga jemaah haji asal Aceh masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi akibat penyakit serius saat menjalankan ibadah haji 1447 Hijriah.
Kepala Sub Bagian Humas PPIH Embarkasi Banda Aceh, Darwin, mengatakan mayoritas jemaah yang dirawat mengalami gangguan kesehatan berat, mulai dari stroke, patah tulang, hingga komplikasi penyakit diabetes.
“Sebagian besar jemaah yang dirawat mengalami kondisi serius dan membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit Arab Saudi,” kata Darwin, Senin (18/5/2026).
Baca juga: Pemerintah Aceh Tanda Tangani Petisi Massa Aksi, Sepakat Hapus Pergub No 2 Tahun 2026
Jemaah yang masih dirawat yakni Safiruddin Bin Ismail asal Aceh Besar dari Kloter BTJ 002 nomor manifes 99. Safiruddin dirawat di Rumah Sakit King Abdul Azis karena mengalami abses pada jari kaki disertai komplikasi diabetes melitus tipe 2.
Selain itu, Zainab Ibrahim Amin asal Aceh Besar dari Kloter BTJ 002 nomor manifes 31 juga masih menjalani perawatan di rumah sakit yang sama akibat fraktur pada tulang belakang dan panggul.
Sementara Abdullah Ahmad asal Aceh Utara dari Kloter BTJ 006 nomor manifes 188 dirawat di RS King Abdul Azis karena mengalami stroke.
Baca juga: Akses Depan Kantor Gubernur Aceh Ditutup Sementara
Di sisi lain, dua jemaah sebelumnya sempat dirawat di Arab Saudi akibat kelelahan kini telah diperbolehkan kembali ke pemondokan. Mereka adalah Tihasanah Ubit Ibrahim asal Pidie dan Zulkarnaini Ab asal Aceh Timur.
Tak hanya di Arab Saudi, sejumlah jemaah Aceh juga sempat mengalami gangguan kesehatan di tanah air sebelum keberangkatan. Salah satunya Sakum Muhamadin Abdullah asal Aceh Tenggara yang dinyatakan tidak laik terbang setelah mengalami syok kardiogenik, gagal jantung, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Selain itu, Ilyas Nanyek Muhammad asal Aceh Selatan masih menjalani perawatan di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh akibat pneumonia berat dan dugaan tumor paru kanan.
Baca juga: Kak Na: Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini dan Cegah Dini
Darwin mengatakan kondisi kesehatan jemaah terus dipantau secara intensif oleh tim kesehatan haji baik di Arab Saudi maupun di Embarkasi Banda Aceh.
Ia juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji mengingat cuaca di Arab Saudi cukup ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat berisiko memicu kelelahan hingga memperparah penyakit bawaan.










