PUNCA.CO – Arab Saudi menghentikan sementara pembangunan The Mukaab, proyek raksasa yang menjadi bagian penting dari agenda Vision 2030 di Riyadh. Penghentian proyek tersebut dilakukan sejak 28 Januari 2026 sebagai bagian dari evaluasi ulang terhadap prioritas belanja dan kelayakan finansial sejumlah megaproyek nasional.
The Mukaab selama ini dikenal sebagai salah satu simbol futuristik dari program Vision 2030 yang diusung Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan ekonomi Arab Saudi terhadap sektor minyak melalui pembangunan berbagai proyek modern berskala besar.
Dilansir CNBC Indonesia (23/5/2026), Penundaan tersebut juga berkaitan dengan langkah Public Investment Fund (PIF) dalam mengendalikan pengeluaran. PIF diketahui mengelola aset senilai sekitar US$925 miliar dan kini mulai memprioritaskan proyek-proyek yang dinilai lebih realistis secara finansial.
Selain persoalan anggaran, The Mukaab juga mendapat sorotan terkait dampak lingkungan. Proyek tersebut dinilai berpotensi meningkatkan konsumsi energi, penggunaan sumber daya air, serta emisi karbon dalam jumlah besar.
Konsep bangunan tertutup berukuran masif dinilai bertentangan dengan semangat Saudi Green Initiative yang selama ini mendorong pengembangan ruang hijau di kawasan perkotaan. The Mukaab dirancang membutuhkan sistem pendingin dan pencahayaan yang beroperasi sepanjang tahun.
Elsheshtawy, peneliti non-residen di Arab Gulf States Institute sekaligus profesor di Universitas Columbia, menyatakan kebutuhan air untuk operasional bangunan raksasa itu diperkirakan sangat besar, sementara wilayah tersebut termasuk kawasan dengan sumber daya air terbatas.
Baca juga: TASPEN Cairkan Gaji ke-13 Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026
Selain itu, proses konstruksi proyek diprediksi menghasilkan limbah dalam volume tinggi. Distribusi material bangunan hingga aktivitas operasional gedung juga disebut berpotensi meningkatkan emisi karbon.
Sebelumnya, The Mukaab dirancang sebagai bangunan berbentuk kubus logam berukuran 400 meter x 400 meter. Di bagian dalamnya akan terdapat kubah dengan layar berbasis kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia.
Pengunjung nantinya direncanakan dapat menikmati tampilan visual tersebut dari struktur bertingkat menyerupai ziggurat dengan tinggi lebih dari 300 meter di bagian tengah bangunan.
Baca juga: Gangguan Suplai, Listrik di Aceh Padam Total
Di media sosial, desain The Mukaab sempat memicu kritik karena dianggap memiliki kemiripan dengan Ka’bah yang berada di kompleks Masjidil Haram, Mekkah, situs paling suci bagi umat Islam.







