PUNCA.CO – Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam dugaan wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius saat berlayar di Samudra Atlantik. Informasi ini disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut.
WHO menyebutkan, satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi, sementara lima kasus lainnya masih dalam tahap pemeriksaan. Kapal tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan dari Argentina menuju Tanjung Verde ketika laporan wabah muncul.
Dilansir BBC (4/5/2026), WHO menyatakan bahwa “penyelidikan terperinci” terhadap dugaan kasus hantavirus tersebut “sedang berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan”.
Baca juga: Waspada, Kebiasaan Masak Makanan dengan Suhu Tinggi Picu Risiko Kanker
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui partikel udara. Penularan umumnya terjadi saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang telah mengering.
Virus tersebut dapat menyebabkan dua jenis penyakit serius. Pertama, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang biasanya diawali dengan gejala seperti kelelahan, demam, dan nyeri otot. Gejala dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dengan tingkat kematian sekitar 38 persen.
Jenis kedua adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan dapat memicu tekanan darah rendah, perdarahan internal, hingga gagal ginjal akut.
Baca juga: ABK Kapal Minyak Mentah Berbendera Marshall Islands Dievakusi Karena Sakit
Secara global, diperkirakan terdapat sekitar 150.000 kasus HFRS setiap tahun, terutama di wilayah Eropa dan Asia. Lebih dari setengah kasus tersebut dilaporkan terjadi di China, menurut data National Institutes of Health.
Di Amerika Serikat, sejak pemantauan hantavirus dimulai pada 1993 hingga 2023, tercatat 890 kasus. Salah satu varian yang dikenal luas adalah virus Seoul, yang dibawa oleh tikus Norwegia dan tersebar di berbagai negara.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk hantavirus. Penanganan medis difokuskan pada perawatan gejala, seperti pemberian oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, hingga dialisis pada kasus tertentu. Pasien dengan kondisi berat umumnya dirawat di unit perawatan intensif.
Baca juga: Dua Kapal Dikerahkan Angkut Pasokan LPG dari Aceh Utara
Untuk mencegah penularan, otoritas kesehatan merekomendasikan pengendalian populasi hewan pengerat serta menghindari kontak dengan kotorannya. Penggunaan alat pelindung juga disarankan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi.
Kasus hantavirus juga sempat mencuat pada Februari 2025, ketika Betsy Arakawa, istri aktor peraih Oscar Gene Hackman, meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan virus tersebut. Penyelidikan menunjukkan adanya paparan dari lingkungan yang terkontaminasi hewan pengerat di tempat tinggalnya.






